Google Larang Iklan yang Tawarkan Jasa Memantau Orang

Google Larang Iklan yang Tawarkan Jasa Memantau Orang

Josina - detikInet
Senin, 13 Jul 2020 09:33 WIB
komputer
Google Larang Iklan yang Tawarkan Bisa Pantau Orang Secara Diam-diam. (Foto: GettyImages)
Jakarta -

Google tak lagi mengizinkan iklan untuk produk atau layanan yang dipasarkan dengan tujuan pelacakan atau pemantauan orang lain tanpa izin.

Dilansir detiKINET dari CNBC, dalam pembaruan kebijakan iklan Google, disebutkan bahwa larangan ini berlaku bagi spyware dan teknologi yang digunakan untuk memantau teks, panggilan telepon atau riwayat pencarian.

Larangan ini juga berlaku bagi pelacak GPS yang dipasarkan untuk memata-matai seseorang tanpa persetujuan mereka seperti kamera, perekam audio, dan kamera dashboard yang dipasarkan untuk tujuan pemantauan.

Google juga melarang layanan untuk melacak dan memantau anak-anak di bawah umur. Rencananya pembaruan kebijakan 'Enabling Dishonest Behavior┬┤ (mengaktifkan perilaku tidak jujur) akan diaktifkan mulai 11 Agustus 2020.

Sebelumnya pada 2018, sekelompok peneliti melakukan penelitian tentang ekosistem spyware yang melakukan pengawasan terhadap pasangan. Mereka menemukan ribuan iklan Google memunculkan istilah pencarian yang menunjukkan niat eksplisit melakukan mata-mata.

Iklan yang ditemukan antara lain seperti, "Bagaimana cara mengetahui pasangan selingkuh dari ponselnya", "Lacak ponsel istri," "Lacak Istri Anda tanpa sepengetahuannya. Unduh!".

Para peneliti mengatakan, dalam penelitian ini Google telah mulai membatasi iklan untuk jenis istilah pencarian tersebut. Iklan tidak ditampilkan pada istilah pencarian eksplisit untuk pengawasan pasangan intim pada saat penelitian diterbitkan.

"Kami terus mengevaluasi dan memperbarui kebijakan iklan kami untuk memastikan kami melindungi pengguna," kata juru bicara Google dalam pernyataannya.

"Kami secara rutin memperbarui bahasa kami dengan contoh-contoh untuk membantu mengklarifikasi apa yang kami anggap melanggar kebijakan. Teknologi spyware untuk pengawasan pasangan selalu berada dalam ruang lingkup kebijakan kami terhadap perilaku tidak jujur, " lanjutnya.

Menurut Google, kebijakan iklan perusahaan sudah melarang promosi produk dan layanan yang memungkinkan pengguna memperoleh akses tidak sah ke sistem, perangkat, atau properti pengguna. Tetapi pembaruan ini mengubah bahasa kebijakan untuk menyertakan promosi spyware dan teknologi pengawasan yang menargetkan akses tidak sah.



Simak Video "Rating TikTok Anjlok Gegara Ulah Kreator India"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/jsn)