Jumat, 26 Jul 2019 06:50 WIB

Round Up

Kimi Hime yang Dinanti dan Minta Bantuan Presiden Jokowi

Tim Detikinet - detikInet
Halaman 1 dari 4
Foto: Instagram @kimi.hime Foto: Instagram @kimi.hime
Jakarta - YouTuber Kimi Hime belum memenuhi pemanggilan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Di sisi lain, dia blak-blakan di channel YouTube-nya serta meminta bantuan Presiden Joko Widodo.

Kominfo memastikan beberapa konten Kimi Hime melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Ada tiga konten video yang video di channel YouTube Kimi Hime yang sudah di-suspend oleh Kominfo. Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu mengatakan, tiga konten itu melanggar kesusilaan yang mengacu pada UU ITE Pasal 27 ayat 1.


Adapun bunyi pasal yang dimaksud adalah 'Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan'.

"Melanggar muatan kesusilaan itu memang lebih luas pengertiannya dari kata-kata pornografi," kata Ferdinandus.

"Undang-Undang Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi, yang disebut pornografi adalah konten itu menampilkan ketelanjangan, hubungan pria dan wanita atau sesama jenis, kekerasan seksual, dan seterusnya," sambungnya.

Kimi Hime yang Dinanti dan Minta Bantuan Presiden JokowiPlt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu Foto: Grandyos Zafna
Pria yang akrab disapa Nando ini menjelaskan pengertian kesusilaan yang lebih luas daripada pornografi jadi alasan 'menjerat' tiga konten karya YouTuber Kimi Hime.

"Ini lebih luas dari itu (pornografi). Menimbulkan konten-konten yang sudah vulgar, kesusilaan itu lebih luas dari pornografi," cetusnya.

Halaman Selanjutnya: Kimi Hime Dinanti Kominfo
(agt/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed