Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Isu Reshuffle Menkominfo
'Menkominfo Terlalu Sibuk Mengurusi GAM'
Isu Reshuffle Menkominfo

'Menkominfo Terlalu Sibuk Mengurusi GAM'


- detikInet

Jakarta - Roy Suryo, Kepala Departemen Kominfo Partai Demokrat, beranggapan Menkominfo terlalu sibuk dalam urusan sebgai juru runding RI-GAM sehingga mengalahkan porsinya sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika. Setuju reshuffle?Hal itu dikemukakan Roy menanggapi isu masuknya Menteri Komunikasi dan Informatika, Sofyan Djalil, dalam bursa reshuffle kabinet. "Concern terhadap wilayah komunikasi dan informatika tidak tersentuh dibandingkan sebagai juru runding RI dengan GAM," papar Roy kepada detikinet, Selasa (18/10/2005). Meski memuji peran Sofyan Djalil dalam perundingan damai dengan GAM, Roy mempersoalkan kapasitas Sofyan sebagai Menkominfo dalam perundingan itu. "Mungkin lebih cocok Menteri Dalam Negeri," ujar Roy. Roy mengakui bahwa Departemen Kominfo memiliki tugas yang berat karena cakupannya yang luas. Oleh karena itu ia melihat perlunya konsolidasi agar Departemen tersebut solid. "Ini terus terang tidak saya lihat dan tidak saya rasakan. Ada banyak hal-hal krusial yang seharusnya dilakukan Sofyan," tuturnya. Salah satu yang jadi perhatian pria asal Yogyakarta ini adalah belum jelasnya 'kaki' Kominfo di daerah-daerah. Lembaga penerus wewenang Kominfo di daerah, ujar Roy, belum seragam. "Ada yang Infokom ada yang Kominfo, ada yang informasi ada yang informatika, ada yang masih tergabung PPDE (Pusat Pengolahan Data Elektronik-red) ada yang KPDE (Kantor Pengolahan Data Elektronik-red)," ia merinci. Apakah ini berarti Roy setuju dengan isu reshuffle terhadap Sofyan Djalil? Ia menajwab dengan tawa berderai. "Bagaimanapun juga, itu hak preogratif Presiden," lanjutnya singkat. Jika tetap dipertahankan, Roy menyarankan agar Sofyan Djalil melakukan konsolidasi ke dalam. "Tugas Depkominfo bukan hanya memberi informasi, tapi juga memfasilitasi sistim komunikasi dan informatika di masyarakat. Misalnya, ada daerah yang bisa mengembangkan telekomunikasi sendiri, seharusnya itu diberi perhatian khusus," ia menjelaskan.Beberapa 'blunder' Kominfo yang dicatat Roy termasuk pemindahan Flexi dari frekuensi 1900 Megahertz dan penarikan kembali jatah frekuensi yang telah diberikan kepada operator telekomunikasi. Selain itu ia juga menyoal beberapa permasalahan dalam Iklan Layanan Masyarakat mengenai kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai akibat pengurangan subsidi. (wsh/)





Hide Ads