Rabu, 01 Mei 2019 18:19 WIB

Temuan Kominfo: Hoax Paling Banyak Beredar di April 2019

Agus Tri Haryanto - detikInet
Ilustrasi hoax. Foto: Ilustrasi/ThinkStock Ilustrasi hoax. Foto: Ilustrasi/ThinkStock
Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memaparkan penemuan hoax untuk bulan April. Selama bulan tersebut, Kominfo mengidentifikasi 486 hoax. Jumlah hoax tersebut merupakan yang terbanyak sejak Agustus 2018.

"Sebanyak 486 hoax, kabar bohong, berita palsu berhasil diidentifikasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI selama bulan April 2019," ujar Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu dalam keterangannya, Rabu (1/5/2019).

Total jumlah hoax yang berhasil didapatkan oleh mesin Ais yang kemudian diidentifikasi, diverifikasi dan divalidasi oleh Kominfo menjadi 1.731 hoax terhitung sejak Agustus 2018 sampai dengan April 2019.



Dipaparkan Ferdinandus, selama April 2019 tersebut, terdapat 209 hoax kategori politik. Sehingga, total hoax kategori politik yang diidentifikasi, diverifikasi dan divalidasi oleh Kominfo menjadi 620 hoax. Sebagai informasi, isi hoax politik ini antara lain berupa kabar bohong yang menyerang pasangan calon presiden dan wakil presiden, partai politik peserta pemilu maupun penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu.

Kominfo menemukan jumlah konten hoax yang beredar di tengah masyarakat terus meningkat dari bulan ke bulan. Adapun dari penelusuran Mesin AIS Kominfo, jumlah hoax, kabar bohong, berita palsu dan ujaran kebencian terus meningkat menjelang hari pencoblosan 17 April 2019. Tidak berhenti di tanggal pencoblosan, jumlah hoax terus bertambah setelah pemilihan.

Temuan Kominfo: Hoax Paling Banyak Beredar di April 2019Foto: kominfo


Di bulan Agustus 2018 ada 25 hoax yg diidentifikasi oleh Tim AIS Subdit Pengendalian Konten Ditjen Aplikasi Informatika. Di September 2018, naik menjadi 27 hoax, sementara di Oktober dan November 2018 masing-masing di angka 53 dan 63 hoax. Desember 2018, jumlah hoax terus naik di angka 75 konten.

Peningkatan jumlah konten hoax sangat signifikan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2019. Sebanyak 175 konten hoax yang berhasil diverifikasi oleh Tim AIS Kemkominfo. Angka ini naik dua kali lipat di Februari 2019 menjadi 353 konten hoax. Angka tersebut terus menanjak menjadi 453 hoax selama Maret 2019.

Dari total 1.731 hoax sejak Agustus 2018 hingga April 2019 yang diidentifikasi, diverifikasi dan divalidasi oleh Tim AIS Kemekominfo, hoax kategori politik mendominasi di angka 620 item hoax. Disusul 210 hoax kategori pemerintahan, 200 hoax kategori kesehatan, 159 hoax terkait fitnah, 113 hoax terkait kejahatan dan sisanya hoax terkait isu agama, bencana alam, mitos, internasional dan isu lainnya.



Diketahui, Tim AIS Kemkominfo dibentuk oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara pada Januari 2018. Tujuan dibentuknya tim ini untuk melakukan pengaisan, identifikasi verifikasi dan validasi terhadap seluruh konten internet yang beredar di cyber space Indonesia, baik konten hoaks, terorisme dan radikalisme, pornografi, perjudian, maupun konten negatif lainnya.

"Saat ini Tim AIS berjumlah 100 personil didukung oleh mesin AIS yang bekerja 24 jam, 7 hari seminggu tanpa henti," ungkap pria yang disapa Nando tersebut.

Pada kesempatan ini, Kominfo mengimbau netizen yang menerima informasi elektronik yang patut diduga diragukan kebenarannya dapat menyampaikan kepada kanal pengaduan konten melalui email: aduankonten@kominfo.go.id atau akun twitter @aduankonten atau melalui pesan singkat Whatsapp di Nomor 081-1922-4545. (agt/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed