Kamis, 11 Apr 2019 09:20 WIB

Begini Ketatnya Akses di Markas Mesin Ais si Pendeteksi Hoax

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta - Lokasinya terselubung dan sulit diakses sembarang orang mungkin cukup menggambarkan keberadaan ruang pengoperasian Mesin Ais. Alat ini dimanfaatkan betul oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) agar keberlangsungan pemilu 2019 berjalan lancar.

Mesin senilai Rp 211 miliar itu digunakan Kominfo dalam memerangi konten negatif di internet. Khusus untuk pemilu, mesin Ais akan difokuskan untuk mendeteksi penyebaran hoax yang nantinya akan diumumkan kepada publik.

Nah, ruang pengoperasian mesin Ais ini terletak di lantai 8 Gedung Kementerian Kominfo, Jakarta. Akses ke lantai ini bisa menggunakan lift. Eits, untuk ke sana orang tersebut juga butuh semacam "kartu sakti" agar bisa naik ke lantai 8. Jadi, orang yang tidak berkepentingan jangan harap bisa masuk.




Setelah berada di lantai paling atas Gedung Kementerian Kominfo ini, kalian akan langsung menjumpai lambang kementerian dengan tulisan Ais di bawahnya. Pintu masuk ada sebelah kanan setelah keluar lift.

Ketika hendak memasuki ruangan yang bernama mesin Ais itu, alas kaki juga harus dilepaskan terlebih dahulu. Pintu pertama ini juga tidak bisa dilalui sembarang orang, hanya yang memiliki akses yang dapat bikin pintu tersebut terbuka.

Sesaat pintu terbuka, kalian harus segera bergegas masuk dalam hitungan detik. Kalau tidak, alarm akan berbunyi dengan keras. Kemudian ada pintu satu lagi yang masih perlu dibuka dengan kartu khusus.


Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto


Selanjutnya, kalian akan melewati sejumlah ruangan mulai dari SIS Admin Room, Small Conference, SOC Room, dan War Room. Khusus untuk War Room ini lebih terbatas lagi yang bisa memasukinya. detikINET yang berkesempatan memasuki Cyborg Drone 9 ini juga tidak diizinkan masuk, apalagi mengabadikannya dalam bidikan kamera.

Lalu, di mana mesin Ais berada?

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pengarapan mengatakan mesin sensor internet itu tidak berada di Cyborg Drone 9.

"Oh, mesinnya nggak ada di sini. Kamu nggak tahu pastinya," kata Semuel beteka-teki, ditemui beberapa waktu lalu di Gedung Kementerian Kominfo, Jakarta.




Ia tidak menyebutkan secara spesifik di mana kebaradaan mesin Ais. Mantan Ketua APJII itu pun justru berkelakar kalau alat tersebut tersebar di seluruh Indonesia.

"Di sini hanya pengoperasiannya. Kalau mesinnya, nggak boleh tahu ada di mana. Di seluruh Indonesia," jawab pria yang disapa Semmy ini sembari tersenyum.

Saat Pemilu 2019, Kominfo akan menggeber mesin Ais selama 24 jam. Konten-konten yang berkaitan dengan hoax dan isu-isu yang dibicarakan juga tak luput dari pemantauan alat ini.


Tonton juga video Si Penyebar Hoaks Terulang Kerusuhan 1998 Dijerat UU ITE:

[Gambas:Video 20detik]

(agt/krs)