Jumat, 05 Apr 2019 14:43 WIB

Karyawan Microsoft Curhat soal Pelecehan Seksual

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Sejumlah karyawan Microsoft saling berbagi kisah pelecehan seksual dan diskriminasi di perusahaan itu melalui email berantai. Microsoft juga sudah menanggapi kisah mereka.

Email berantai menggunakan akun email internal Microsoft itu disebut sudah mencapai 90 halaman, yang kini semuanya sudah dihapus. Sebelum curhat melalui email, banyak dari karyawan Microsoft itu sudah melaporkan kasusnya itu ke divisi sumber daya manusia (SDM/HRD) namun tak mendapat tanggapan.

Kini, setelah email berantai itu beredar, seorang pejabat HRD mengaku akan menindaklanjuti laporan tersebut, demikian dikutip detikINET dari Quartz, Jumat (5/4/2019).

Email berantai ini dimulai pada 20 Maret lalu, saat seorang karyawan mengirimkan email ke karyawan wanita lain di MIcrosoft. Dari situlah kemudian bermunculan berbagai macam cerita soal diskriminasi dan pelecehan terhadap karyawan wanita di Microsoft.




Kepala HRD Microsoft Kathleen Hogan menanggapi puluhan email tersebut pada 29 Maret dan mengaku akan menginvestigasi tuduhan-tuduhan tersebut. Ia pun meminta para korban pelecehan dan diskriminasi tersebut untuk mengirimkan email langsung kepadanya.

"Saya ingin menawarkan bagi siapa pun yang mengalami pengalaman tak menyenangkan termasuk mereka yang merasa disihkan oleh manajemen atau HRD untuk mengirimkan emailnya langsung kepadaku. Saya akan menyelidiki masalah ini bersama tim saya," tulis Hogan.

Pernyataan Hogan ini kemudian dibenarkan oleh Microsoft dalam pernyataan resminya. Hogan juga menyebut Microsoft akan mengadakan sebuah sesi khusus pada 22 April mendatang untuk mendengar cerita dari para karyawan wanitanya, dan akan mengambil langkah yang diperlukan.

Pada 2018 lalu, seorang karyawan Microsoft, menurut dokumen pengadilan, mendaftarkan 238 komplain internal mengenai diskriminasi gender dan/atau pelecehan seksual yang terjadi antara 2010 sampai 2016. Dari 118 tudingan diskriminasi gender, hanya ada satu kasus yang diakui oleh Microsoft.




Microsoft pun sebelumnya menghadapi sebuah gugatan class action yang dicetuskan oleh tiga orang karyawannya pada 2015. Dalam gugatan tersebut, mereka menyebut Microsoft mendiskriminasi engineer wanita dalam evaluasi performa, promosi, dan kenaikan gaji.

Dalam gugatan yang sama, seorang karyawan wanita Microsoft pun mengaku diperkosa oleh sesama karyawan saat mereka sama-sama sedang magang di Microsoft. Setelah gugatan itu dihentikan, Microsoft merekrut si wanita dan terduga pelaku pemerkosaan tersebut.

Parahnya, kedua orang itu pun kemudian ditempatkan di satu tim yang sama. Setelah Microsoft sebelumnya menyebut kalau mereka berdua tak akan ditempatkan di tim yang sama.




Tonton juga video Google Jadi Perusahaan Terbaik Versi Majalah Forbes:

[Gambas:Video 20detik]

(asj/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed