Senin, 21 Jan 2019 19:53 WIB

Pembatasan Forward Pesan WhatsApp Efektif atau Tidak?

Adi Fida Rahman - detikInet
Ilustrasi WhatsApp. Foto: Reuters Ilustrasi WhatsApp. Foto: Reuters
Jakarta - WhatApp membatasi pesan yang diforward demi menangkal hoax. Tapi seberapa efektifkah kebijakan itu?

Pertanyaan itu wajar muncul karena pengguna bisa saja menyimpan konten yang diterima dan mengirimkan kembali ke orang lain. Alhasil hoax tetap berpotensi menjadi viral.



Rupanya Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menyadari hal itu. Tapi menurutnya dengan membatasi jumlah pesan forward dapat mengurangi kemungkinan viral terjadi.

"Ini seperti deret ukur yang tadinya bisa kepada unlimited ke unlimited, sekarang dibatasi lima. Ini jauh akan mengurangi," kata Rudiantara di kantor Kominfo, Senin (21/1/2019).

Keyakinan yang sama sama diungkap VP Public Policy and Communication WhatsApp Victoria Grand. Pembatasan forward memberikan dampak yang cukup signifikan.

"Terjadi perubahan prilaku dalam mem-forward pesan. Kami berhasil mengurangi 25% sejak ujicoba dilakukan," ujar Victoria di tempat yang sama.



Sebelumnya diberitakan, WhatsApp memutuskan untuk membatasi para penggunanya meneruskan atau forward sebuah pesan hanya sebanyak 5 kali. Pembatasan ini akan berlaku di seluruh dunia termasuk Indonesia mulai Selasa (22/1/2019).

Upaya ini dilakukan demi mencegah beredarnya hoax di platform WhatsApp. WhatsApp memilih Jakarta sebagai tempat pengumuman kebijakan baru tersebut, mungkin karena berdekatan dengan momen pemilu yang rentan penyebaran kabar palsu.


Tonton juga: Kebijakan Baru WhatsApp Cegah Penyebaran Berita HOAX Jelang Pemilu

[Gambas:Video 20detik]

(afr/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed