Selasa, 07 Agu 2018 20:41 WIB

Mitra Driver yang Berdemo Pasukan Sakit Hati?

Adi Fida Rahman - detikInet
Ilustrasi Grab Bike. Foto: Dok. Reuters/Beawiharta Ilustrasi Grab Bike. Foto: Dok. Reuters/Beawiharta
Jakarta - Aksi demo pengemudi ojek online (ojol) yang digelar berbarengan pembukaan Asian Games 2018 tidak diikuti semua mitra driver. Pasalnya ada indikasi yang melakukan demo adalah mereka yang sakit hati.

"Yang ikut pasukan sakit hati," ujar Suyanto, mitra driver Grab saat ditemui di Jakarta, Selasa (7/8/2018).

Suyanto menjadi mitra driver Grab sejak 2015 silam, naik turun tarif telah dirasakannya. Alhasil dirinya kurang sependapat bila tarif dinaikkan signifikan dari sekarang.



Menurutnya, kenaikan tarif memang bisa memberi peningkatan pendapatan. Tapi kondisi itu membuat orderan yang diterimanya malah berkurang. Ujung-ujungnya uang yang dibawa pulang malah menurun.

"Mending saya dapet order banyak dengan tarif sekarang. Dari pada tarif naik tapi tidak ada yang order," ujar pria 37 tahun itu.

Ditambahkannya penumpang ojol sangat kritis. Tarif naik tidak signifikan saja bisa membuat mereka urung menggunakan layanan.

"Beda Rp 1.000 aja bisa nggak jadi naik. Mereka bilang mending naik busway," ungkap Suyanto.

"Jadi kenaikan tarif bakal membebani penumpang, lah kita orderan jadi sepi," imbuhnya.

Dari sana kemudian Suyanto berkesimpulan tidak akan mengikuti aksi demo yang bakal dihelat 18 Agustus mendatang. Karena tarif yang berlaku sekarang sudah cukup untuk saat ini.

Senada dengan Suyanto, Rahmad Hidayat yang dijumpai di tempat yang sama memutuskan untuk tidak ikut berdemo. Dia beralasan kenaikan tarif yang diminta para pendemo bakal bikin orderan menurun.

"Kalau naik ya bakal berkurang lagi orderan. Kalau naik saya sih senang-senang saja, tapi bagaimana penumpangnya, yang ada makin lari," keluh Rahmad.



Baik Rahman dan Suyanto mengajak mitra drive lain mengurungkan demo. Selain karena kenaikan tarif bisa memicu penurunan jumlah order, Asian Games mempertaruhkan nama Indonesia di mata dunia.

"Inikan ajang yang seluruh dunia tahu, Grab jadi sponsor utamanya, jadi (demo) bikin malu aja," pungkas Suyanto. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed