Google memperingatkan lebih dari satu miliar pengguna Android bahwa perangkat mereka sudah tidak mendapat update keamanan. Pengguna diimbau untuk upgrade ke perangkat baru jika tidak masih ingin mendapatkan perlindungan terbaru.
Menurut data distribusi Android terbaru yang dirilis Google, saat ini hanya 57,9% perangkat yang menjalankan Android 13 ke atas dan masih menerima update keamanan. Artinya, ada 42,1% perangkat Android yang tidak mendapatkan perlindungan dan terancam diserang hacker.
Android 16, versi Android paling baru, saat ini baru dijalankan di 7,5% perangkat. Sementara itu, Android 15 sudah dijalankan di 19,3% ponsel, Android 14 di 17,9% ponsel, dan Android 13 di 13,9% ponsel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perangkat yang menjalankan versi Android di atas masih menerima update keamanan, jadi tidak terlalu khawatir atas ancaman siber. Nah, Google tidak lagi merilis update keamanan untuk Android 12 ke bawah sehingga ponsel keluaran tahun 2021 dan sebelumnya tidak terlindungi dari serangan.
Dengan total 3,9 miliar pengguna Android di seluruh dunia dan 42% di antaranya tidak mendapatkan update keamanan, artinya ada lebih dari satu miliar pengguna Android yang terancam serangan jenis baru.
Berikut ini persentase perangkat yang menjalankan Android lawas dan tidak menerima update keamanan:
- Android 12: 11.4%
- Android 11: 13.7%
- Android 10: 7.8%
- Android 9: 4.5%
- Android 8: 2.3%
Salah satu faktor yang menyebabkan persebaran adopsi Android lawas masih sangat luas adalah fragmentasi update Android. Berbeda dengan iOS yang digarap oleh perusahaan yang sama dengan produsen ponselnya, masing-masing vendor Android merilis pembaruannya sendiri dan jadwalnya tidak beraturan.
Untungnya, pengguna Android lawas tidak sepenuhnya kehilangan perlindungan dari Google. Pengguna Android 7 ke atas masih mendapatkan perlindungan dari malware berkat fitur Play Protect.
"Google Play Protect, perlindungan malware dan aplikasi tidak diinginkan bawaan Android terus mendukung perangkat hingga Android 7 untuk menjaga keamanan pengguna," kata Google kepada Forbes, seperti dikutip detikINET, Senin (9/2/2026).
"Perangkat-perangkat ini masih mendapatkan manfaat dari tanda keamanan Play Protect terbaru dan pemindaian malware secara real-time," sambungnya.
Pengguna yang masih ingin mendapatkan update keamanan terbaru diimbau untuk upgrade ke ponsel baru. Selain pembaruan terkini, menggunakan sistem operasi terbaru juga menjamin aplikasi berjalan dengan lancar di ponsel.
(vmp/vmp)