Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Serat Optik Terpotong, Melsa akan Tuntut Dinas Pertamanan

Serat Optik Terpotong, Melsa akan Tuntut Dinas Pertamanan


- detikInet

Jakarta - Kabel serat optik milik MelsaNet, penyedia layanan internet asal Bandung, terpotong oleh Dinas Pertamanan Bandung. Akibatnya, 700 pelanggan dirugikan, tidak bisa akses internet dan TV Kabel. Pemilik Melsa mengaku akan mengajukan tuntutan.Insiden yang menimpa infrastruktur internet milik Melsa ini, sejatinya terjadi dalam dua kurun waktu yang berbeda. Insiden pertama terjadi Kamis (28/7/2005) malam, kabel serat optik yang terbentang di udara terbakar sepanjang 300 meter, akibat adanya arus pendek dengan kabel milik PLN.Kondisi belum lagi pulih untuk insiden pertama, Melsa kembali mengalami kerusakan infrastruktur yang terjadi hari ini Jumat (29/7/2005) sore. Pasalnya, petugas dinas pertamanan yang melakukan pemotongan dahan pohon, juga memotong kabel yang terbentang dekat pohon.Hal tersebut diungkap Handani Hadisantoso, CEO Melsa, saat dihubungi detikinet Jumat (29/7/2005). "Kejadian ini mengganggu proses pelayanan pelanggan di daerah distribusi bagian selatan, barat dan timur Bandung," kata Handani. "Ada sekitar 700 pelanggan yang koneksi internetnya mati," imbuhnya.Akibat insiden tersebut, Handani mengatakan, ada sekitar 64 sambungan yang harus dihubungkan kembali, dan proses tersebut diperkirakan makan waktu 4-5 jam. Total pelanggan Melsa saat ini hampir mencapai 2.000. "Banyak diantara mereka yang memanfaatkan internet tidak hanya untuk pribadi, tapi untuk perusahaan seperti untuk memantau transaksi di bursa saham," paparnya.Saat ini, pihak Melsa tengah mengusahakan perbaikan dengan melakukan penyambungan koneksi yang putus. Seluruh tenaga teknis dikerahkan. Diperkirakan insiden Kamis malam baru bisa dipulihkan sampai besok pagi, sementara insiden Jumat sore belum diketahui kapan bisa pulih.Kepada pelanggan yang dirugikan, Handani mengatakan bahwa Melsa akan memberi ganti rugi. "Ganti ruginya bisa berupa pengurangan biaya langganan. Kebanyakan dari mereka berlangganan dengan biaya Rp 3 juta per bulan, jadi nanti dihitung jumlah proporsionalnya dikurangi waktu putus," paparnya.Sementara itu Heru Nugroho, Managing Director Melsa mengatakan, perusahaan akan menuntut Dinas Pertamanan Bandung. "Kita akan ajukan tuntutan, banyak pelanggan dirugikan karena kecerobohan mereka," kata Heru. (nks/)






Hide Ads