Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Presiden Google Cina Terima Rp 9,8 Miliar dari Microsoft

Presiden Google Cina Terima Rp 9,8 Miliar dari Microsoft


- detikInet

Jakarta - Kai-Fu Lee, adalah eksekutif baru yang bekerja sebagai penanggung jawab pusat riset Google dan presiden di Cina. Dia digaet dari Microsoft, setelah mendapat US$ 1 juta (Rp 9,8 miliar) tahun lalu, sebagai tanda setia pada janjinya terhadap Microsoft.Hal tersebut terungkap dalam dokumen aduan yang diajukan Microsoft ke pengadilan negeri Washington. Perusahaan asal Redmond Washington ini, meminta larangan resmi untuk menghalangi Lee bekerja di Google.Microsoft mengklaim, bergabungnya Lee ke Google, melanggar perjanjian untuk tidak bekerja di perusahaan rival. Lee telah menandatangani perjanjian tersebut di tahun 2000. "Saat itu Dr Lee dibayar tinggi atas kesediaannya memenuhi janji itu," demikian pernyataan Microsoft dalam dokumen aduan, seperti dikutip detikinet, Kamis (28/7/2005) dari CnetNews.com."Lee sudah menerima... sekitar US$3 juta (Rp 29,5 miliar) sejak dia datang ke Microsoft pada tahun 2000, termasuk lebih dari US$ 1 juta di tahun 2004," ungkap dokumen tersebut.Belum ada pernyataan dari Google mengenai hal ini. Kasus ini sepertinya akan jadi seri tersendiri dari kisah gaet-menggaet karyawan di industri teknologi. Serta jadi cerita baru dalam persaingan antara Microsoft dan Google, yang selalu bersaing di berbagai bidang, termasuk aplikasi pencarian di desktop.Lee bergabung dengan Microsoft di Asia pada tahun 1998. Dia yang mendirikan laboratorium penelitian Microsoft di Cina, di bawah Rick Rashid, yang mengepalai divisi riset. Tahun 2000 Lee diangkat oleh Microsoft di Redmond dan dipromosikan sebagai wakil presiden. Sebelumnya, Lee mengatakan kalau pekerjaannya dipusatkan pada penyusunan teknologi antarmuka terbaru, teknologi pencarian, antarmuka bahasa alamiah dan teknologi pengenal ucapan.Google mengatakan bahwa pihaknya telah mengangkat Lee pada 19 Juli, untuk mengepalai pusat riset dan pengembangan di Cina, sekaligus menjabat sebagai presiden untuk operasional Google di sana. Di hari yang sama, Microsoft menuntut Lee dan Google, atas tuduhan bahwa perusahaan mesin cari itu telah membujuk Lee untuk melanggar janjinya pada Microsoft.Perseteruan berlanjut hingga 21 Juli, Google dan Lee meminta pengadilan California untuk mengumumkan bahwa perjanjian nonkompetitif yang dibuat Microsoft itu sudah tidak valid. (nks/)






Hide Ads
LIVE