Kamis, 21 Jun 2018 09:32 WIB

Tesla Seret Mantan Karyawan ke Meja Hijau

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Elon Musk. Foto: GettyImages Elon Musk. Foto: GettyImages
Jakarta - Tesla mendaftarkan sebuah gugatan terhadap mantan karyawannya yang bernama Martin Tripp terkait peretasan dan pencurian data perusahaan.

Tripp sendiri adalah mantan teknisi di pabrik Gigafactory milik Tesla yang berlokasi di Nevada, Amerika Serikat. Tesla mengklaim kalau Tripp meretas dan mencuri informasi-informasi rahasia milik Tesla dan mengirimkannya ke pihak ketiga.

Dalam aksinya, menurut Instagram, Tripp menyusupkan software hacking di komputer milik tiga karyawan lain yang secara rutin mengirimkan data-data rahasia. Tesla pun menyebut Tripp sudah mengaku meretas sistem operasi perakitan milik mereka, dan Tripp juga mengeluarkan pernyataan yang salah ke media terkait informasi yang dicuri itu.

Informasi yang dimaksud antara lain adalah soal baterai bocor yang dipakai di Model 3, membesar-besarkan jumlah sampah yang dihasilkan di pabrik Tesla, serta telatnya Tesla dalam mengaktifkan alat perakitan baru, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (21/6/2018).

Gugatan ini sepertinya terkait dengan 'curhatan' CEO Tesla Elon Musk kepada para karyawannya melalui email beberapa waktu yang lalu. Yaitu ketika Musk menyebut seorang karyawannya ketahuan mencoba menyabotase sistem Tesla.

Menurut Musk, si karyawan itu diduga melakukan sejumlah hal untuk menyabotase sistem Tesla, seperti mengubah kode di sistem perakitan, dan mencuri dan mengirimkan data sensitif dalam jumlah besar ke pihak ketiga. (asj/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed