Senin, 11 Jun 2018 14:12 WIB

Mau Dilarang Baca Pesan, Medsos Kian Tertekan

Virgina Maulita Putri - detikInet
Ilustrasi pengguna Facebook. Foto: Reuters Ilustrasi pengguna Facebook. Foto: Reuters
Jakarta - Media sosial seperti Facebook dapat menghadapi regulasi kontroversial baru oleh Uni Eropa terkait privasi. Dalam undang-undang baru yang disebut ePrivacy ini, perusahaan media sosial bisa saja dilarang untuk membaca pesan pribadi yang dikirimkan antara individu penggunanya.

Regulasi yang saat ini sedang dibahas di Brussel ini diharapkan dapat memberikan perlindungan spesial kepada privasi pengguna dari perusahaan internet.

Namun, banyak pemain industri teknologi yang menentang proposal regulasi tersebut, dengan alasan bahwa regulasi ini akan memberi beban yang berat bagi seluruh perusahaan teknologi.



Sejumlah 57 kelompok teknologi dan internet, termasuk TechUK dan European Tech Alliance, menandatangani surat yang ditujukan kepada Dewan Eropa yang memperingatkan dampak negatif dari regulasi ini yang akan meluas ke seluruh sektor ekonomi digital Uni Eropa.

"Dampak negatif yang cukup besar dari ePrivacy yang tak fleksibel akan meluas ke seluruh sektor ekonomi digital Uni Eropa - dari media digital hingga mobil yang terhubung dengan internet, teknologi kesehatan dan manufaktur pintar - yang akan terkena beban tambahan pada skenario terbaik atau, pada skenario terburuk, tidak mampu menawarkan dan memperbarui produk dan layanan mereka menggunakan data," kata surat pada Dewan Eropa tersebut, dikutip detikINET dari The Telegraph, Senin (11/6/2018).



Surat tersebut juga mengkhawatirkan jika regulasi ini nantinya akan menjadi terlalu ketat dan mencegah pemrosesan data yang sah. Isi surat tersebut juga berargumen bahwa General Data Protection Regulation (GDPR) telah mencakup banyak aspek dari perlindungan dan pemrosesan data.

Saat ini, Facebook memiliki akses untuk memindai isi dari pesan pribadi, termasuk foto dan tautan, untuk menentukan jika isi pesan tersebut melanggar aturan Facebook. Facebook juga membaca isi pesan yang dilaporkan oleh pengguna. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed