Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Industri Internet Dianaktirikan Pemerintah?

Industri Internet Dianaktirikan Pemerintah?


- detikInet

Jakarta - Perkembangan industri internet tidak semaju industri seluler. Industri internet tidak terlalu ditanggapi pemerintah, karena pendapatan internet tidak sebesar pendapatan dari seluler. Industri internet dianaktirikan oleh pemerintah.Pernyataan tersebut disampaikan Heru Nogroho, mantan Sekretaris Jenderal Asosisiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), seusai acara Musyawarah Nasional (Munas) IV APJII di Hotel Le Meredien, Selasa (3/5/2005). Heru menegaskan bahwa semua pernyataannya bukanlah sebagai mantan Sekjen APJII, tapi lebih sebagai seorang Heru Nugroho sendiri.Heru merasa industri internet dianaktirikan oleh pemerintah, sementara industri seluler dianakemaskan. "Jangan seluler melulu, padahal internet punya kapasitas yang sangat besar untuk meraih keuntungan dari pelanggan. Belum lagi kalau VoIP sudah jalan," kata Heru. Menurut Heru, industri internet memang perlu mencontoh industri seluler yang mampu melesat maju. "Pemasyarakatan internet seharusnya seperti penggunaan seluler. Harus ada saling keterkaitan," katanya.Dia mencontohkan, dulu harga handset seluler sangatlah mahal tapi sekarang bisa sangat terjangkau. Kenapa? Itu terjadi karena adanya keterkaitan dan saling membutuhkan antara operator dan produsen terminal (handset). "Kalau internet kan terminalnya komputer, nggak ada internet pun komputer juga masih bisa digunakan," kata Heru. "Keterkaitan antar penyedia komputer dan penyedia internet itu kurang. Karena di satu pihak, komputer dianggap bisa berdiri sendiri meski tanpa internet, sedangkan internet sangat membutuhkan komputer sebagai terminalnya," paparnya. Perlu Dukungan PemerintahMenurut Heru, pemerintah dianggap kurang dalam campur tangan untuk masalah internet. "Pemerintah cuma turut dalam hal regulasi dan lisensi saja," katanya.Menurut Heru, harga koneksi internet sudah murah, sementara terminalnya (komputer) masih mahal. Heru berharap agar internet cepat memasyarakat, pemerintah memberikan solusi agar harga transport dan terminalnya murah. Tapi sampai sekarang, kata Heru, pemerintah belum mengambil langkah. "Pemerintah katanya mau buat program PC murah, tapi itu cuma angin lalu," katanya. "Saya sudah terlalu sering meneriakan tentang fair competition, tentang masalah frekuensi 2,4 GHz, dan berbagai hal lainnya kepada pemerintah, tapi tidak ada respon. Memang sudah agak membaik, tapi masih belum cukup."Menurut Heru, pemerintah seharusnya mempunyai visi jangka panjang. Tapi kenyataannya saat ini pemerintah terlalu memikirkan jangka pendek, seperti tidak mau menurunkan harga komputer. Menyinggung masalah frekuensi. pemerintah juga dinilai perlu membagi frekuensi. Untuk kesehatan 2,4 GHz, pendidikan 5,8 GHz, khusus ISP 3,8 GHz. Sekarang cuma frekuensi 2,4 GHz saja yang dibebaskan. Itu pun saling berebut penggunaan frekeuensi. Menurut Heru, frekuensi tersebut tidaklah cukup. Bila perlu setiap instansi diberi jalur khusus sendiri-sendiri. Untuk jalur kesehatan, pendidikan, ISP serta warnet. Tapi tampaknya pemerintah tidak mau ambil pusing. Heru merasa sudah lelah meneriakkan masalah tersebut.Harapan pada Pengurus BaruPengurus baru APJII yang membawahi 113 anggota, diharapkan Heru bisa membesarkan jumlah pengguna internet di Indonesia. Selain itu diharapkan bisa mencari solusi supaya internet lebih tersosialisasi, tidak hanya di perkotaan saja, tapi juga di pedesaan. "Setidaknya di setiap kota pada propinsi satu. Harus berani mengambil resiko. Kembangkan teknologi hotspot dan wireless. Kalau dianggap sulit, itu hanyalah masalah waktu," katanya. APJII harus bekerja sama dengan pemerintah. Pemerintah juga diharapkan jangan berhenti mensosialisasikan internet dan memasukkannya dalam anggaran rutin mereka. Heru berharap proses edukasi tetap digalakkan dan lebih disosialisasikan. Sekolah harus digarap, karena dianggap pasar masa depan. APJII juga harus memperhatikan masalah Indonesia Internet Exchange (IIX). "IIX inilah yang menyatukan koneksi antar ISP, connecting network dan connecting people. Efeknya jelas terhadap pemanfaatan trafik yang ada. "Yang pasti karena IIX aplikasi seperti game online menjadi tumbuh. Karena game online, pengguna internet makin banyak. Itu juga jadi salah satu kiat penetrasi menjaring pengguna internet makin banyak," tuturnya. (nks/)





Hide Ads