Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Atas Nama Hak Cipta
BSA: Kami Dukung Tindakan Polisi
Atas Nama Hak Cipta

BSA: Kami Dukung Tindakan Polisi


- detikInet

Jakarta - Business Software Alliance (BSA) menyatakan dukungannya terhadap tindak proaktif yang dilakukan kepolisian. Termasuk, dalam hal ini, melakukan razia terhadap Warnet.BSA adalah organisasi gabungan beberapa perusahaan software internasional yang giat mempromosikan penegakan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) di bidang software. Di Indonesia, organisasi ini turut memberikan pelatihan dan bantuan teknis kepada pihak Kepolisian dan Dirjen HaKI.Belakangan ini Kepolisian melakukan razia terhadap pengelola warung internet (warnet) di daerah. Konon, bekal razia itu adalah pelatihan yang diberikan oleh BSA.Menurut BSA, adalah sepenuhnya hak kepolisian untuk menentukan pihak yang akan ditindak. "BSA mendukung segala tindakan legal proaktif dari Polisi dalam menegakkan hukum Hak Cipta," tutur Tarun Sawney, Regional Manager untuk bidang penegakan hukum BSA Asia, kepada detikinet, Selasa (12/04/2005).Dalam salah satu razia yang digelar Kepolisian di daerah Cilacap, Jawa Tengah, terungkap adanya warnet yang menggunakan sistem operasi Windows berlisensi. Meski demikian pengelola warnet itu tetap dianggap melakukan pelanggaran HaKI. Untuk kasus tersebut, BSA enggan berkomentar. "Anda harus bertanya pada Polisi mengenai hal ini karena BSA tidak dapat berkomentar atas nama mereka," tutur Sawney.Software yang Digunakan Penegak HukumMaraknya penegakan hukum HaKI yang dilakukan pihak kepolisian menimbulkan pertanyaan yang menggelitik, apakah para penegak hukum sudah menggunakan software resmi? Jika belum, tentunya akan menjadi ironis.Menurut Sawney, penegak hukum telah bekerjasama dengan produsen piranti lunak untuk memenuhi hal itu. "BSA yakin bahwa instansi penegak hukum Indonesia melakukan apa yang mereka dapat lakukan dalam menegakkan undang-undang hak cipta di Indonesia," ia menegaskan.Sawney menyarankan agar perusahaan mulai melakukan pengaturan terhadap aset piranti lunak yang dimiliki. "Dengan suatu sistem manajemen yang disebut sebagai manajemen peranti lunak sebagai aset, perusahaan dapat menyesuaikan penggunaan peranti lunak mereka sesuai dengan keperluan bisnis mereka," ia menambahkan. (wsh/)







Hide Ads