Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Gagal Puaskan Uni Eropa
Microsoft Bisa Kena Denda Tambahan
Gagal Puaskan Uni Eropa

Microsoft Bisa Kena Denda Tambahan


- detikInet

Jakarta - Microsoft jelas belum bisa memuaskan keinginan Uni Eropa mengenai interoparibilitas Windows dengan sistem lain. Uni Eropa mengancam dengan denda yang lebih besar.Salah satu buntut penyelidikan Uni Eropa mengenai penyalahgunaan posisi dominan Microsoft di Eropa adalah isu interoperabilitas. Pada dasarnya, Microsoft diminta untuk memudahkan sistem operasi dari perusahaan lain untuk berkomunikasi dengan Windows.Microsoft menjawab permintaan itu dengan membuat sistem lisensi yang memungkinkan kode sumber Windows dilihat oleh programmer dari perusahaan lain. Microsoft memungut bayaran sekitar US$ 100 hingga US$ 600 per server. Hal ini dianggap tidak memuaskan oleh Uni Eropa. Jurubicara Komisi Uni Eropa mengenai kompetisi, Jontahan Todd, menyebut penelitian pasar menunjukkan hal itu sama sekali tidak berhasil.Menurut jurubicara Microsoft, Jim Desler, hingga saat ini belum ada satu pun perusahaan yang mengajukan lisensi. Kepada AP, Senin (21/03/2005), Deisler juga mengatakan Uni Eropa tidak pernah melarang Microsoft untuk memungut bayaran dari lisensi tersebut. Menanggapi hal itu, Todd mengatakan Uni Eropa bisa mengenakan denda yang lebih besar pada Microsoft. Nilai maksimalnya adalah 5 persen dari pendapatan perusahaan itu di dunia. Untuk tahun keuangan Microsoft saat ini, yang berakhir 30 Juni mendatang, perkiraan pendapatan Microsoft adalah US$ 40 milyar (Rp 375 trilyun). Maka maksimal denda yang mungkin dikenakan oleh Uni Eropa adalah US$ 2 milyar (Rp 18,7 trilyun). Jauh lebih besar dari denda US$ 665 juta (Rp 6,2 trilyun) yang saat ini dikenakan oleh Uni Eropa. "Komisi tetap sabar dalam hal ini, tapi sabar ada batasnya. Bola sekarang berada di tangan Microsoft, saya yakin mereka akan menjawab dalam waktu dekat," tukas Todd.Sistem lisensi untuk server Windows yang saat ini diterapkan oleh Microsoft dinilai tidak cukup terbuka bagi pesaingnya. Secara khusus sistem lisensi itu dianggap menyulitkan pengembang Open Source. (wsh/)







Hide Ads