Lawan Cybercrime dengan Berbagi Data
- detikInet
Jakarta -
Penggunaan internet untuk tindak kejahatan, baik langsung maupun tidak, menjadi perhatian pejabat beberapa negara Eropa. Untuk melawannya, data akan saling dibagipakaikan.Lima negara eropa yang dikenal dengan sebutan G5 baru-baru ini berkumpul di Granada, Spanyol, untuk membahas masalah terorisme. Dalam pertemuan tersebut, Internet turut disebut sebagai salah satu media yang sering digunakan oleh para teroris.Melihat hal itu, lima menteri dalam negeri yang mengikuti pertemuan itu sepakat akan membuat rekomendasi untuk menutup situs yang melanggar hukum terorisme. Selain itu, mereka juga akan mempermudah sistem berbagi data antar negara. Demikian ditulis BBC, saat dkunjungi oleh detikcom, Senin (21/03/2005).Kesepakatan itu tidak semata-mata dilakukan untuk menghalau terorisme. Bagian dari kegiatan anti-teror itu adalah pembentukan tim pengawas Internet dari kegiatan cybercrime. Artinya, kegiatannya akan mencakup juga tindak kejahatan apapun yang memanfaatkan Internet. Saat ini diduga banyak kriminal 'tradisional' yang berpindah ke Internet. Ini disebabkan potensi keuntungan masih relatif besar dan risiko tertangkap masih relatif kecil. Informasi yang akan dibagi melalui kesepakatan ini bisa mencakup data intelijen mengenai pencucian uang, pemalsuan dokumen, pencurian mobil, data DNA, data orang hilang dan data mayat tak dikenal. Selain itu data mengenai tersangka pelaku teror dan pencurian bahan peledak dalam jumlah besar akan menjadi prioritas data yang bisa dibagi.Lima negara yang terlibat dalam kesepakatan informal ini adalah Spanyol, Inggris, Prancis, Jerman dan Italia. Meskipun pertemuan itu bersifat informal dan tidak mengikat, biasanya pertemuan semacam itu akan ikut menentukan kebijakan yang diambil masing-masing negara di masa depan.
(wsh/)