Cukai Dihapus, Telepon Cordless Harus Lebih Murah
- detikInet
Jakarta -
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.18/PMK.010.2005, bea masuk untuk telepon cordless kini menjadi nol persen, dari sebelumnya sebesar 10 persen. Dengan kebijakan ini, harga telepon cordless harus bisa diturunkan.Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Asosiasi Perusahaan Nasional Telekomunikasi (Apnatel), Rahardjo Tjakraninggrat, pada acara sosialisasi penghapusan bea masuk telepon cordless, yang berlangsung di Jakarta, Jumat (18/3/2005)."Dengan dihapuskannya bea masuk ini, para vendor diwajibkan menurunkan harga telepon cordless," kata Rahardjo. "Ini diharapkan bisa menguntungkan konsumen, mendorong mereka yang belum punya untuk membeli sehingga mampu meningkatkan industri," imbuhnya.Sekedar informasi, telepon cordless adalah pesawat telepon untuk layanan telepon tetap, yang tidak menggunakan kabel. Produk-produk telepon cordless yang beredar di Indonesia disediakan oleh vendor-vendor seperti Siemens, Philips dan Panasonic.Mengingat harganya yang jauh lebih mahal dibanding pesawat telepon berkabel, muncul kesan kalau perangkat ini hanya untuk segmen menengah ke atas. Dengan dihapusnya bea masuk ini, harga telepon cordless dari yang saat ini berkisar Rp 450 ribu sampai Rp 2 juta, bisa ditekan.Ina Hutasoit, Country Manager PT. Philips Indonesia mengatakan, penghapusan bea masuk ini mampu mengurangi harga secara signifikan."Para vendor tentunya akan mengembangkan telepon cordless dengan fitur yang makin sempurna. Kalau produknya makin bagus, harganya tentu makin mahal. Kalau dikenai pajak, penambahan persentasenya akan meningkatkan harga secara signifikan. Tapi kalau dihapus, harganya tentu tidak lagi mahal," paparnya.Segmen pasar produk ini tentu saja para pelanggan layanan telepon tetap, yang jumlahnya mencapai 8,5 juta di Indonesia. Disampaikan Farid Manan, General Manager PT. Dian Graha, distributor Siemens di Indonesia, 60 persen dari seluruh pelanggan telepon tetap adalah pelanggan rumah tangga. Dan pengguna telepon cordless adalah 10 persen dari pengguna rumah tangga itu.Dengan dihapusnya bea masuk telepon cordless ini, dalam waktu lima tahun, penggunanya diharapkan bisa bertambah menjadi 20 persen dari total pelanggan rumah tangga.
(nks/)