Sengketa IDNIC
Billing .id Tidak Lagi di APJII
- detikInet
Jakarta -
Setelah APJII menarik nama IDNIC dari pengelola domain .id, pihak ccTLD-ID menarik wewenang penagihan domain .id dari APJII. Pembenahan atau 'adu otot'?Budi Rahardjo, salah satu figur di belakang pengelola nama domain indonesia ccTLD-ID, mengatakan pihaknya akan tetap mengelola nama domain .id. Sebelum ini ccTLD-ID dikenal dengan nama IDNIC. Saat masih bernama IDNIC, pengelolaan tagihan (billing) untuk nama domain .id diserahkan kepada Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Namun, bertepatan dengan ditariknya nama IDNIC oleh APJII, ccTLD-ID juga menarik kewenangan billing tersebut. Menurut Budi, hal itu tidak saling berhubungan. "Ada banyak masalah dan keluhan dari pelanggan (mengenai billing di APJII -red.). Kami sudah mencoba bersabar dan berharap layanan ini bisa lebih baik. Ternyata tidak, sehingga kami memutuskan untuk menghentikan saja," ujar Budi Rahardjo, kepada detikcom, Kamis (17/03/2005).Untuk selanjutnya ccTLD-ID akan mengelola sendiri billing domain .id. Hal ini akan mereka lakukan sampai berjalannya sistem registrasi baru. Budi juga telah mengirimkan pemberitahuan ke berbagai mailing list mengenai perubahan tersebut. "Untuk itu para pendaftar domain jangan mengirimkan pembayaran kepada pihak lain selain pihak kami," tulis pemberitahuan tersebut.Sedangkan mengenai perubahan sistem registrasi domain .id, Budi menegaskan hal itu adalah upaya pembenahan. "Sebenarnya prinsipnya, pengelolan domain di Indonesia harus lebih baik. Itulah sebabnya sekarang kami melakukan pembenahan," tuturnya.Dalam sistem yang baru, nama domain .id didaftarkan melalui pihak registrar. Nantinya pihak registrar tersebut yang mendaftarkannya ke registri (ccTLD-ID). Ini sama dengan sistem yang diterapkan pada nama domain .com.Baik APJII maupun ccTLD-ID mengatakan semua kejadian ini adalah dalam rangka pembenahan industri. Tapi dari kacamata awam, kedua organisasi itu seakan-akan sedang berseteru. Jika benar demikian, pepatah 'gajah lawan gajah, pelanduk mati di tengah-tengah' bisa saja terjadi. Kalau sudah begitu, siapa yang jadi pelanduknya?
(wsh/)