Sampai September
Cina Siapkan Bulan-Bulan Razia Game
- detikInet
Jakarta -
Tidak cukup hanya sehari atau seminggu, Cina akan melakukan razia game online selama enam bulan. Sampai September 2005 penyedia game online di Cina tak akan tenang. Razia besar-besaran itu digarap hingga September untuk memberantas judul-judul game online yang dianggap 'berbahaya'. Hal itu terutama game impor yang menampilkan pornografi, kekerasan atau perjudian. Menurut pernyataan resmi dari Kementerian Kebudayaan Cina, operasi tersebut telah digelar sejak April lalu dan akan terus berlangsung hingga September. Dikutip detikinet, Jumat (10/6/2005), dari reuters, pemerintah Cina mengakui adanya efek perkembangan ekonomi dan pilihan hiburan dari game online. "Pada saat yang sama, ada masalah yang tidak bisa diacuhkan begitu saja. Beberapa game mengandung pornografi, seks, perjudian, kekerasaan dan konten tak sehat lainnya. Game impor menjadi pelaku utamanya," sebut pernyataan tertulis itu. Sejauh ini, kementerian itu telah mengidentifikasi sembilan judul game yang dianggap ilegal, salah satunya berjudul 'Sexy Beach'. Selain itu ada empat operator game online dan delapan penyedia game online yang akan diselidiki.Seperti selalu dikemukakan kementerian tersebut, tujuan akhir razia dan penyelidikan itu adalah untuk melindungi generasi muda Cina yang bisa terpengaruh oleh game. Sebagai contoh, kasus pembunuhan yang dilakukan seorang remaja akibat pedang virtual dalam sebuah game.Target: Game Asing?Tahun lalu beberapa gelintir operator game online ditutup dalam razia berskala kecil. Kali ini, menurut seorang analis yang menolak ditulis namanya, tampaknya razia yang digelar akan lebih banyak menelan 'korban'.Meskipun tidak diarahkan khusus untuk menutup penyedia game asing, menurut analis itu, perusahaan game asing nampak bagai target utama karena banyaknya judul game impor di Cina. "Lebih dari 60 persen game di Cina adalah impor. Razia ini bukan hal baru, tetapi kelanjutan upaya pemerintah. Targetnya bukan hanya game, tapi semua konten online dan nirkabel," ia menambahkan.Industri game di Cina memang berkembang cukup pesat. Diperkirakan pertumbuhan per tahunnya mencapai 39 persen. Pada tahun 2008, menurut riset International Data Corp (IDC), industri game online di Cina akan memiliki pendapatan US$ 823 juta.Mirip dengan di Indonesia, gamer Cina menyukai sistem prabayar dan ketengan. Ini berbeda dengan gamer Eropa atau Amerika Serikat yang memilih membeli sendiri konsol PlayStation atau Xbox.Dari sisi pengembang dan pengusaha game, format game online disukai karena relatif anti pembajakan. Pasalnya, penyedia game online biasa membagikan game mereka secara gratis ke warnet game center, biaya dibebankan pada pemain dengan sistem voucher.
(wsh/)