BERITA TERBARU
Kamis, 03 Agu 2017 07:44 WIB

Bos Telegram Terkesan dengan Sambutan Hangat Jakarta

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Kunjungannya ke Jakarta beberapa hari lalu rupanya meninggalkan kesan yang mendalam bagi CEO Telegram Pavel Durov.

Dalam channel resminya di Telegram, Durov menceritakan bagaimana ia terkesan dengan sambutan hangat yang diterimanya selama bertandang ke Ibu Kota. Dari kunjungannya itu pun membuka matanya bahwa pengguna di Indonesia begitu besar dan punya peran penting bagi Telegram.

Tidak lupa, ia pun mebeberkan bagaimana pertemuannya dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Sayangnya, pria berdarah Rusia itu tidak menceritakan soal gurame goreng dan sayur genjer yang disantapnya bersama Chief RA.

Berikut pernyataan lengkap Durov selama kunjungannya ke Jakarta yang dipetik dari channel resminya:

Saya belum menyadari betapa banyak pengguna setia yang kami miliki di Indonesia sampai kemarin. Saya senang dengan sambutan hangat di Jakarta. Dukungan dan cinta yang saya dapatkan selama kunjungan kemarin sungguh luar biasa.

Selain bertemu dengan coders lokal dan pengadopsi awal Telegram, saya makan siang bersama Pak Rudiantara, Menteri Komunikasi Indonesia. Usaha kami sebelumnya untuk terhubung dengan Pak Rudi gagal karena e-mail yang tidak dapat diterima (e-mail tidak dapat dipercaya - mari kita semua beralih ke Telegram!), Namun pada akhirnya semuanya menjadi yang terbaik karena kami berhasil membangun sebuah koneksi personal yang erat.

Tidak ada rahasia antara Telegram dan penggunanya, karena Anda adalah orang-orang yang membuat Telegram populer, bukan pemerintah atau pemegang saham atau pengiklan (sayangnya perusahaan IT lainnya terkadang lupa itu). Jadi kami menyelenggarakan konferensi pers cepat 15 menit untuk menginformasikan kepada publik tentang isi pertemuan kami dengan Pak Rudi.

Sebagai hasil dari pertemuan ini, kami telah membuka saluran komunikasi langsung di Telegram antara tim kami untuk segera menghapus konten publik yang berisi propaganda teroris. Kami juga menambahkan pembicara bahasa Indonesia ke tim kami, dan semua ini berarti kami dapat memproses laporan tentang propaganda teroris dalam beberapa jam, bukan 1-2 hari.

Menteri meyakinkan saya bahwa dia menghormati privasi kami, dan hak untuk mendapatkan privasi dijamin oleh konstitusi Indonesia. Saya senang mendengarnya, karena - sayangnya - pemerintah beberapa negara besar lainnya di Asia tidak selalu mendapatkannya (ya, China, saya melihat Anda sekarang).

Kami di Telegram merasa bangga bahwa kami tidak mengungkapkan satu byte data pribadi kepada pihak ketiga sejak kami memulai - dan kami akan tetap seperti itu, tanpa pengecualian di manapun.

Saya juga berbagi beberapa statistik pertumbuhan Telegram di acara pers cepat kemarin:

- Setiap hari, 600.000 pengguna baru mendaftar ke Telegram secara global.
- Setiap hari, 20.000 pengguna baru mendaftar ke Telegram dari Indonesia.

Terima kasih atas dukungannya, Indonesia dan Dunia!

(afr/afr)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed