Selasa, 01 Ags 2017 15:25 WIB

Ketika Menkominfo Ditanya Resep Blokir Telegram

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Adi Fida Rahman/detikINET Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta - Pemblokiran Telegram yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) rupanya ingin ditiru sejumlah negara di Asia Tenggara. Menkominfo Rudiantara pun ditanya apa resep memblokir layanan pesan instan tersebut.

Menkominfo menceritakan sebelum melakukan kunjungan kerja ke Pulau Miangas, dirinya menghadir pertemuan forum Meeting on Fighting Terrorist Fighters and Cross Border Terrorism di Manado, Sulawesi Utara. Forum tersebut dihadiri oleh sejumlah negara tetangga, seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina dan lain-lain.

Pada saat itulah Menkominfo kemudian ditanya soal pemblokiran layanan Telegram. "Mereka nanya bagaimana caranya? Saya bilang aja blokir-blokir aja, yang penting kita berkomunikasi dulu sama mereka, sebagai pemilik platform," kata Chief RA saat berbincang dengan detikINET.

Saksikan Video Bos Telegram Pavel Durov Sambangi Kominfo di 20detik:


Lebih lanjut dikatakan bahwa pihaknya tidak lantas memblokir langsung. Mereka selalu mengundang terlebih dulu baik penyedia layanan media sosial maupun pesan instan. Contohnya beberapa waktu lalu Kominfo melakukan pertemuan dengan pihak Line.


Menkominfo pun sempat memastikan siap membuka blokiran Telegram. Asalkan pihak Telegram telah menyiapkan standard operating procedure (SOP) bilamana Kominfo melakukan pengaduan. Karena beberapa waktu lalu mereka sangat susah dihubungi.

"Kalo ada SOP-nya kita enak ada sesuatu ke mereka, di-take down atau secara administrasi kita minta mereka untuk self sensor," pungkas Rudiantara. (afr/fyk)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed