Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Apple vs FBI Memanas, Ini Tanggapan Obama

Apple vs FBI Memanas, Ini Tanggapan Obama


Fino Yurio Kristo - detikInet

Foto: REUTERS/Mike Blake
Jakarta - Presiden Amerika Serikat Barack Obama akhirnya angkat bicara soal kasus Apple melawan FBI yang semakin memanas. Seperti diberitakan, Apple menolak mematuhi FBI untuk melakukan unlock iPhone milik tersangka pembunuhan massal di San Bernadino.

Apple yang didukung puluhan perusahaan teknologi, berargumen bahwa membuka iPhone itu akan berdampak buruk bagi privasi pengguna smartphone. Selain itu, menurut Apple FBI tidak berhak secara hukum meminta mereka untuk melakukan unlock iPhone.

Obama memang tidak secara eksplisit membela siapa. Dia hanya mengatakan alangkah baiknya jika perangkat mobile dibuat agar bisa diakses pemerintah untuk mencegah bahaya teroris atau menegakkan hukum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip detikINET dari Reuters, Obama menyatakan tidak bisa berkomentar mengenai kasus hukum Apple vs FBI. Namun meski dia berkomitmen menjaga kemerdekaan dan privasi masyarakat sipil, diperlukan keseimbangan yang memungkinkan pemerintah bertindak jika dibutuhkan.

"Jika secara teknologi dimungkinkan untuk membuat perangkat atau sistem yang tidak bisa dimasuki, di mana enskripsinya begitu kuat sehingga tidak ada kuncinya, tidak ada pintunya, lalu bagaimana kita bisa mengungkap pelaku pornografi anak, bagaimana kita mengetahui kalau ada plot teroris?" kata Obama.

Menurutnya, jika pemerintah sama sekali tidak bisa mengakses perangkat, maka ibaratnya setiap orang bisa memiliki alat sangat aman yang ujung-ujungnya berpotensi disalahgunakan. Maka harus ada solusi atau jalan tengahnya.

Misalnya saja membuat sistem dengan enskripsi kuat yang hanya bisa diakses oleh sangat sedikit orang. Artinya meski sebuah perangkat memiliki keamanan yang sangat ketat, harus tetap bisa dibuka. (fyk/fyk)
TAGS







Hide Ads