Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Tertibkan Prabayar, Operator Tak Takut Ditinggal Pelanggan

Tertibkan Prabayar, Operator Tak Takut Ditinggal Pelanggan


Adi Fida Rahman - detikInet

Peluncuran registrasi prabayar jilid kedua (afr/detikINET)
Jakarta - Pengguna telekomunikasi tak lagi bisa sembarangan mengaktifkan nomor baru seluler. Sebab, dengan adanya program registrasi prabayar jilid kedua, nomor itu baru bisa diaktivasi setelah melakukan registrasi di outlet terdaftar.

Merepotkan? Jelas iya. Meski demikian, para operator tak takut pelanggan barunya bakal turun. Hal itu diamini oleh para operator yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Telekomunikai Seluruh Indonesia (ATSI).

Menurut Sekjen ATSI Merza Fachys, adanya penataan registrasi kartu prabayar tidak akan menurunkan jumlah pelanggan baru. Sebab, proses registrasi yang diberlakukan kini tidaklah sulit seperti sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang cuma nunjukin kartu identitas saja ke outlet terdaftar. Ini tidak akan menurunkan jumlah pelanggan baru," ujarnya dalam jumpa pers registrasi prabayar bersama seluruh operator di Gedung Kominfo, Jakarta, Selasa (15/12/2015).

Lebih lanjut, bos Smartfren ini memastikan para operator tanah air siap melaksanakan aturan registrasi kartu seluler tahap kedua. Sejumlah persiapan telah dilakukan dari jauh-jauh hari.

"Kami melakukan amandemen Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan para dealer dan distributor. Termasuk melakukan perubahan sistem 4444, distribution monitoring system, hingga data penjual kartu perdana," paparnya.

Untuk mengedukasi masyarakat terkait aturan ini, pihak operator bersama Kominfo juga telah melakukan sosialisasi lewat berbagai media, baik itu eletronik, cetak maupun media sosial.

Ditempat yang sama, Direktur Tiphone Mobile Lily Salim sebagai perwakilan distributor kartu seluler mengatakan pihaknya telah melakulan sosialisasi serupa terhadap jaringan outlet-outletnya di seluruh Indonesia.

"Dengan sosialisasi ini, kami harap mereka (penjual kartu) paham. Tapi, kami mohon maklum jika selama penerapan sebulan ini banyak kesalahan terjadi," tutup Lily.

(rou/rou)







Hide Ads