"Kita akan lakukan proliferasi untuk mengetahui kondisi riil di lapangan. Dari situ kita ingin tahu apa dan bagaimana sebenarnya yang diinginkan oleh pelaku e-Commerce," ungkap Kasubdit Teknologi dan Infrastruktur e-Business Ditjen Aptika Noor Iza di gedung Kominfo, Jakarta, Rabu (26/8/2015).
Diungkapkannya, Kominfo sudah pernah melakukan survei serupa pada 2012 lalu dan perlu diperbarui kembali datanya. Berkaca dari kondisi selama tiga tahun terakhir ini, Kominfo beserta para stakeholder nantinya akan memetakan langkah tepat untuk memajukan industri e-commerce ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkannya, untuk memperkuat penelitian, Kemenkominfo juga membentuk Tim Pendamping Proliferasi e-Business dimana Tim Pengarah terdiri dari Menkominfo Rudiantara dan Dirjen Aptika Bambang Heru Tjahjono. Sementara penanggungjawab adalah Direktur e-Business Ditjen Aptika Azhar Hasyim.
Anggota tim ini terdiri dari multi stakeholder diantaranya pelaku usaha, penyedia jasa internet, praktisi, dan Bank Indonesia yang diharapkan bisa memberikan masukan tentang perkembangan bisnis eCommerce di Indonesia.
"Penelitian akan dilakukan sekitar empat bulan, kita harapkan hasilnya sesuai jadwal dan bermanfaat," papar Noor Iza yang juga menjadi Ketua Tim Pendamping Proliferasi itu.
Langkah Kominfo melakukan penelitian terkait bisnis e-Commerce di Indonesia ini sudah tepat, apalagi pemerintah tengah membuat road map eCommerce nasional dan RPP e-Commerce. Kalau bisa semua disinergikan agar hasilnya maksimal.
Seperti diketahui, pemerintah ingin meningkatkan transaksi e-Commerce pada 2016 agar mencapai mencapai angka USD 20 miliar. Saat ini di Indonesia transaksi e-Commerce masih relatif rendah.
Pada tahun 2014 nilai transaksi e-Commerce baru mencapai angka USD 12 miliar atau setara dengan Rp 150 triliun. Diprediksi di tahun 2015 ini, transaksi e-Commerce Indonesia dapat tumbuh hingga lebih dari USD 20 miliar.
(rou/rou)