Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Asosiasi Warung Internet Indonesia (Awari) Irwin Day dalam jumpa pers bersama Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan ICT Watch.
Menurut Irwin, Awari tengah mengembangkan penyaringan di internet dengan menggunakan DNS Nawala bekerjasama dengan Telkom dan Biznet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan query sebanyak itu, ini menunjukan ada pengguna kita yg butuh filter," ujarnya dalam acara di Restoran Sari Kuring, Jakarta, Kamis (18/2/2010).
Dijelaskannya, terdapat beberapa teknik penyaringan yang bisa dilakukan dalam mencegah masuknya konten negatif ke pengguna yakni penyaringan di komputer, proxy atau cache server, dan di internet.
Menurut Irwin, Nawala sendiri baru menetapkan satu jenis teknik yakni DNS filter yang memilikiΒ keunggulan tidak memberikan beban atau efek pada jaringan. Sedangkan kelemahannya adalah bisa overblocking, karena yang diblokir keseluruhan situs atau domain
"Pemblokiran paling ideal itu membutuhkan back-end yang lumayan dan biaya operasional tinggi. Pertanyaannya, siapa yang mau membiayai?" tanya Irwin.
Melihat tingginya penggunaan filter, penyelenggara internet harus sadar pengguna memang membutuhkan adanya saringan untuk konten yang dibaca. (rou/faw)