Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Tersandung Software Anti Porno, China Digugat US$ 2,2 Miliar

Tersandung Software Anti Porno, China Digugat US$ 2,2 Miliar


- detikInet

Jakarta - China berusaha menghadang laju konten pornografi dengan software anti pornografi. Namun, software tersebut dituding sebagai hasil curian. Gugatan senilai US$ 2,2 miliar pun dilayangkan ke Negeri Tirai Bambu itu.

Tudingan dilontarkan sebuah perusahaan software bernama Cybersitter. Perusahaan ini menggugat pemerintah China, dua perusahaan China dan tujuh manufaktur komputer karena dinilai melakukan kecurangan dalam praktik kompetisi, melanggar hak cipta dan melakukan konspirasi dalam mendistribusikan software Green Dam Youth Escort.

Pembesut software Green Dam Youth Escort dinilai telah 'mencuri' lebih dari 3.000 baris kode software Cybersitter, dan kemudian berkonspirasi dengan peraturan China dan manufaktur komputer di China untuk mendistribusikan lebih dari 56 juta kopi software hasil 'curian'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip detikINET, Rabu (6/1/2010), dalam gugatan yang didaftarkan di pengadilan Los Angeles tersebut, disebutkan bahwa manufaktur komputer terus mendistribusikan software itu kendati tahu bahwa program anti pornografi tersebut hasil curian.

"Inovasi Amerika adalah nafas kehidupan bagi industri software, dan penting untuk melindungi hasil karya para pegawai baik di dalam maupun di luar negeri," sergah Greg Fayer, pengacara Cybersitter.

Di awal kehadirannya, Green Dam juga sempat menjadi topik panas yang diperbincangkan. Rencana pengimplementasiannya di semua komputer yang dijual di China sempat ditentang karena dikhawatirkan bukan hanya membatasi konten porno, tapi juga mengebiri konten-konten berbau politik yang kontra pemerintah. (faw/fyk)







Hide Ads