Menurut Victor Lim, Vice President Asia Pasific Consulting Operation IDC, hal inilah yang justru akan mendorong meningkatnya pembajakan. "Karena komputer lama lebih besar kemungkinannya menggunakan piranti lunak bajakan," lanjutnya.
Donny A. Sheyoputra, Kepala Perwakilan Business Software Alliance di Indonesia pun mengakui hal tersebut. Ditambahkannya, jika konsumen membeli produk di waktu sekarang, maka sudah lebih banyak penjual yang menyodorkan produk baru tersebut dengan software resmi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bandingkan dengan 1-2 tahun lalu, ketika konsumen ingin membeli komputer rakitan maka seakan otomatis sudah diisi dengan software bajakan. Penjualnya pun sudah tak malu-malu lagi.
Saat ini, lanjut Vincent, contoh yang paling konkret adalah semakin banjirnya permintaan laptop murah atau yang biasa disebut netbook. Dengan harga yang terjangkau. konsumen sudah dapat mendapatkan hardware sekaligus software asli di dalamnya.
"Melemahnya daya beli masyarakat hanyalah satu dari sekian banyak faktor yang mempengaruhi pembajakan piranti lunak," ujar Vincent dalam keterangannya, Selasa (12/5/2009).
"Krisis ekonomi akan memberikan dampaknya, sebagian negatif, sebagian positif, tapi itu hanya akan menjadi salah satu dari banyak faktor, dan baru akan menjadi lebih jelas saat angka-angka untuk tahun 2009 muncul," pungkasnya.
(ash/wsh)