Menurut lembaga perfilman Amerika Serikat, Motion Pictures Association (MPA), inilah pertama kalinya aparat menggerebek para pembajak Blu ray. Managing Director MPA Asia Pasifik, Mike Ellis, pun khawatir sindikat pembajak itu telah menyebar Blu ray palsu ke banyak negara.
Dikutip detikINET dari Wired, Kamis (18/11/2008), film Blu ray bajakan tersebut dijual sekitar US$ 7. Padahal, harga disk Blu ray resmi dijual antara US$ 20 sampai US$ 30.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pembajak rupanya mengambil keuntungan dengan banyaknya orang yang tak tahu perbedaan antara format Blu ray asli dengan format AVCDH. Format AVCHD ini, meski lebih rendah kualitasnya daripada Blu ray, namun gambarnya tetap lebih tajam daripada DVD biasa.
Kasus pembajakan itu seakan jadi pukulan tambahan bagi industri Blu ray yang dipelopori vendor teknologi Jepang, Sony. Sebab, di tengah krisis ekonomi saat ini, bisnis Blu ray sudah diprediksi akan mengalami masa suram.
Sharing info soal olah digital? Gabung saja di detikINET Forum! (fyk/dwn)