Kelima pria itu, seperti dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (11/9/2008), kerap memasuki chatroom dan membujuk simpatisan militan untuk pergi ke luar negeri. Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyebutkan bahwa kelima orang itu ditangkap karena menyebarkan propaganda yang berbahaya di internet.
Disebutkan bahwa dari lima orang yang ditangkap, dua di antaranya bukanlah warga Arab Saudi. "Mereka memanfaatkan sentimen keagamaan para pemuda dan mengarahkannya ke daerah berbahaya, bahkan memfasilitasinya," sebut pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konon ada ratusan warga Saudi yang berangkat ke Irak sejak 2003 untuk berperang bersama Al Qaeda melawan pemerintahan Irak yang didukung Amerika Serikat. Selain itu ada beberapa yang bergabung dengan militan Sunni di Libanon Utara sejak 2007.
Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi disebut-sebut memiliki program pengawasan internet yang cukup ketat. Pemerintahan Saudi telah menangkap ratusan tersangka kasus terkait terorisme selama setahun belakangan ini.
Ikuti kontes foto berhadiah ponsel Nokia dan BlackBerry di detikINET Forum
(wsh/ash)