Sering Di-charge, Perpendek Umur Baterai Ponsel?

Sering Di-charge, Perpendek Umur Baterai Ponsel?

- detikInet
Senin, 19 Agu 2013 11:13 WIB
Ilustrasi (Ist)
Jakarta - Saya pernah membaca artikel bapak di detikINET tentang maraknya gadget meledak dan cara menjaga keawetan baterai gadget. Info tersebut sangat bermanfaat untuk saya. Namun ada hal yang ingin saya tanyakan.

Di artikel, bapak mengatakan bahwa: "Berbeda dengan Nickel Based baterry, Li-Ion tidak memiliki memory effect dan justru akan memperpendek usia baterai jika digunakan sampai habis (deep discharge). Dalam kasus tertentu, deep discharge dapat menyebabkan short circuit."

a. Apakah baterai li-ion harus selalu di full charged (100%) tiap kali pengecasan?

[Alfons]

Rasanya sih akan merepotkan kalau tidak full charge, karena kita jadi harus menunggui HP yang sedang di-charge. Pada umumnya smartphone yang baik akan otomatis menghentikan charging kalau baterai sudah penuh 100%.

b. Apabila baterai li-ion di-charge terlalu sering (misalnya masih 80% sudah di-charge lagi mumpung ada colokan), lalu dicabut saat belum full charged (misal 90% sudah dicabut karena harus dibawa).

Apakah kebiasaan tersebut bila dilakukan berulang-ulang dapat merusak atau memperpendek usia baterai?

[Alfons]

Kebiasaan yang Anda maksudkan tidak memperpendek usia baterai karena memang Li Ion tidak memiliki memory effect seperti Ni Cad. Malahan secara teori teori Anda memiliki life cycle baterai lebih panjang dengan kebiasaan tersebut.

Menurut pengetesan independen di lab, baterai yang di-charge pada kapasitas 90% memiliki life cycle 3.750, baterai yang di-charge pada kapasitas 75% memiliki life cycle 2.000, baterai yang di-charge pada kapasitas 50% memiliki life cycle 1.200 dan baterai yang di-charge pada kapasitas 0% memiliki life cycle 300.


(jsn/ash)