KONSULTASI GADGET
Lucky Sebastian
Lucky Sebastian
Lucky Sebastian adalah seorang Arsitek yang sangat hobby dengan gadget sejak tahun 1998.
Rabu, 07 Feb 2018 21:02 WIB

KlinikINET

Tips Bikin Ringan Ponsel Saat Buka Banyak Aplikasi

Lucky Sebastian - detikInet
Foto: GettyImages Foto: GettyImages
Jakarta - Bagaimana caranya agar ponsel tetap ringan dalam arti tidak berat saat membuka aplikasi banyak, layaknya ponsel baru yang masih lancar menjalankan aplikasi banyak.

Jawaban:

Selain iPhone yang sengaja dibuat lebih lambat oleh OS jika sudah berumur untuk menghemat baterai, smartphone Android juga mempunyai problem pelambatan walau bukan disengaja oleh OS-nya, tetapi oleh beberapa hal, misalnya:

- Update OS tidak selalu disertai update aplikasi. Tidak semua developer rajin untuk segera mengupdate aplikasinya sesuai dengan kenaikan OS. Aplikasi yang dulunya berjalan dengan baik, bisa jadi tidak lagi cocok dengan OS yang baru sehingga turut berperan atas melambatnya smartphone.

Bisa juga kebalikannya, karena kita sebagai pengguna, entah karena malas, entah karena berhemat paket data, atau mungkin tidak peduli, juga tidak mengupdate aplikasi secara berkala.

Terkadang kesalahan juga malah bersumber dari OS, karena bisa saja OS baru masih memiliki banyak bug. Biasanya update yang lebih baru nanti akan membereskannya.

- Tidak semua developer membuat aplikasi dengan baik. Bisa jadi karena keterbatasan resource atau karena Android juga kompleks dengan banyak tipe, dari OS , ukuran layar, memori, dll, sehingga butuh upaya lebih untuk aplikasi bisa jalan baik disemua device.

Senantiasa ada bug atau ketidaksempurnaan pada aplikasi yang harus diperbaiki, dan tidak semua developer dengan cepat bisa mengatasinya. Bisa saja aplikasi ini tidak menutup dan jalan terus di belakang, atau walau sudah di uninstall, tetap saja bersisa dan mengambil ruang di memori.

- Sideload. Android bisa diinstall aplikasi dari banyak toko aplikasi lain selain Google playstore, bahkan bisa lewat file APK. Tidak semua sideload bersih sumbernya, terkadang banyak aplikasi yang sudah dimodifikasi, entah dalam tujuan membawa iklan, atau bahkan malware. Aplikasi-aplikasi uang dimodifikasi ini bisa membuat smartphone kita bekerja berat.

- Seiring bertambahnya waktu, kita menginstall lebih banyak aplikasi dan menyimpan banyak data dan cache, baik dari aplikasi yang kita install, dari browsing internet, dari media sosial dan lain sebagainya. Data "sampah" yang tidak berguna ini memenuhi tempat dan berpengaruh terhadap kinerja smartphone.

Setelah kita mengetahui penyebab dasarnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan misalnya:

- Beberapa smartphone sudah dilengkapi dengan aplikasi untuk membersihkan cache sampah, membebaskan free RAM, dan menutup aplikasi yang menghabiskan banyak baterai karena jalan di belakang. Gunakan aplikasi bawaan smartphone ini secara berkala untuk setidaknya membersihkan sampah cache, melapangkan RAM, dan menutup aplikasi yang "membandel".

Jika smartphone kita tidak memilikinya, di setting storage, ada menu untuk menghapus cache. Atau kalau ingin mudah bisa menginstall aplikasi seperti clean master yang berlogo sapu, tetapi aplikasi ini jangan dipiara, karena membawa banyak iklan dan jalan terus menerus.

Jadi setelah digunakan, uninstall, dan nanti install lagi saat diperlukan. Bisa juga kita ubah menjadi APK aplikasinya, agara tidak harus di-download terus menerus
saat diperlukan.

- Jangan gunakan aplikasi yang menjanjikan pengirit baterai, mempercepat kecepatan smartphone, kecepatan charging, dan lain sebagainya. Selain penuh iklan aplikasi seperti ini tidak benar berguna dan jalan di awal, menghabiskan resource RAM dan daya baterai kita.

- Jangan install terlalu banyak aplikasi jika tidak diperlukan. Walau tidak digunakan, banyak aplikasi dengan
bad coding meminta jalan di depan, sehingga menyita RAM, dan menghabiskan daya.

Aplikasi dari Google, Files Go, bisa membantu melihat aplikasi apa yang sudah lama tidak kita gunakan, dan jika tidak pernah digunakan hapus saja. Files Go juga bisa membantu membersihkan storage kita dari banyaknya sampah data yang mungkin sudah tidak kita perlukan.

- Jalankan fitur otomatis update aplikasi, agar kita tidak lupa mendapatkan versi terbaru dari aplikasi yang biasanya mendapat pembaharuan memberesekan bug. Fitur ini jika takut menghabiskan kuota, bisa dipilih untuk jalan saat kita sedang tersambung ke WiFi saja.

- Secara berkala, misal 3 hari atau seminggu sekali, boleh juga melakukan reboot, atau restart smartphone, agar memulai lagi mencari koneksi, memulai lagi loading aplikasi yang perlu, dan seringkali proses ini membereskan beberapa masalah seperti banyaknya force close atau restart app.

- Walau sekarang sebagian vendor semakin baik membuat OS nya agar tidak banyak terjadi perlambatan, tetapi sebagian smartphone tetap saja mengalaminya. Cara terbaik, setelah berbulan-bulan digunakan dan merasakan smartphone melambat walau sudah melakukan cara-cara di atas, mengatasinya terpaksa dengan hard reset dan memulai lagi.

Walau terdengar seperti pekerjaan yang berat, banyak cara agar proses ulang dari hard reset dan mengembalikan aplikasi termasuk datanya dipermudah, seperti menyalakan backup Google, atau pada beberapa brand smartphone, fitur smartphone backup ini juga disiapkan. Cukup buat backup yang biasanya akan disimpan ke cloud, dan setelah hard reset, mulai lagi restore cukup dengan memasukkan akun yang sama. (jsn/rou)
Klik di sini untuk mengirimkan pertanyaan yang ingin dikonsultasikan dengan kami. Konsultasi seputar gadget, fotografi, internet security dan cyberlife.

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed