Ponsel China Tak Kalah Prestise!

KlinikINET

Ponsel China Tak Kalah Prestise!

konsultan: Lucky Sebastian - detikInet
Kamis, 02 Jun 2016 14:40 WIB
Foto: internet
Jakarta - Kenapa ya beberapa orang masih saja menganggap ponsel China kalah prestise dibandingkan brand lain, semisal iPhone? (Muhamad Reggi)

Jawaban:

Memang smartphone sekarang ini selain digunakan sebagai alat komunikasi dan alat bantu komputasi, juga sudah menjadi sebuah lambang status sosial, mirip dengan kendaraan apa yang kita miliki, jam tangan merek apa yang kita pakai, hingga merek baju, sepatu, tas, dan lain-lain yang kita kenakan.

Smartphone buatan China atau Tiongkok, memang saat ini sudah tidak bisa dipandang sebelah mata, bahkan data terakhir tahun lalu, dari 10 smartphone dengan market share terbesar di dunia, 7 dimiliki oleh brand dari China.

Smartphone brand China sekarang banyak diminati karena dibuat dengan model dan bahan yang baik, spesifikasi yang tinggi layaknya smartphone global kelas atas, tetapi dengan harga yang dianggap lebih terjangkau.

Walaupun iPhone bukan urutan nomor 1 sebagai smartphone yang paling laku di dunia, memang di banyak negara berkembang, brand ini dianggap sebagai brand kelas atas, karena sering dianggap sebagai smartphone panutan yang sarat inovasi dan tidak lepas dari tokoh pendirinya yang sangat melegenda.

Ekosistem dan marketingnya memang dibuat sedemikian, sehingga mampu mengarahkan persepsi banyak orang sebagai produk dengan jaminan mutu, kelas atas dan melahirkan status sosial yang tinggi.

Beberapa tahun yang lalu, bahkan pada saat BlackBerry masih berjaya di Indonesia, ketika saya berkesempatan berkeliling memperkenalkan teknologi smartphone kepada anak-anak muda bahkan anak-anak sekolah, jika mereka di tanya ingin punya smartphone tipe apa, jawaban terbanyak adalah iPhone.

Bahkan anak-anak sekolah di pinggiran kota menjawab hal yang sama, walau ketika ditanya lebih lanjut apa pernah melihat iPhone atau memegangnya, yang lucu mereka mengatakan belum pernah.

Jadi berita dan namanya sudah sangat dikenal, walau sebenarnya jumlah penggunanya di Indonesia bisa dikatakan masih sedikit. Kemungkinan eksklusivitas ini yang membuat persepsi brand ini dikenal, dan membuat para penggunanya sangat loyal.

Dari Apple kita belajar bahwa membangun brand awareness dan brand recognition sangat penting untuk sebuah perusahaan. Bahkan banyak lelucon berkembang, apapun produknya, jika diberi logo buah apel kroak (tergigit), akan bisa dijual lebih laku dan lebih mahal.

Ini mungkin seperti lagu Bintang Kecil, jika dinyanyikan oleh seorang Taylor Swift mungkin bisa masuk top tangga lagu dunia, bukan lagi tentang lagunya, tetapi siapa penyanyinya. Bukan lagi hanya tentang bagus tidaknya sebuah produk, tetapi siapa brand pembuatnya. (jsn/ash)