Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
KlinikINET
Menajamkan Gambar dengan ISO
KlinikINET

Menajamkan Gambar dengan ISO


- detikInet

Keterangan foto: ISO 560, 29mm, f/5.6 1/100 detik. sebuah desa tua di Yuanyang, Yunnan
Jakarta -

Saya baca di banyak artikel, kayaknya untuk menaikkan nilai ISO banyak yang menyarankan untuk bertahan di 100 dan kalau masih kurang naik ke 200 maksimal di 400. Itu pun kalau di dalam ruangan atau malam hari. Namun bagaimana ketika pengambilan gambar pakai tripod? Penggunaan ISO 560 pada foto tersebut boleh dijelaskan kenapa harus setinggi itu pada kondisi bukan malam hari. Bagaimana dengan ketajaman gambarnya?ο»Ώ (July)

Jawaban:

Kalau kondisi cahaya memungkinkan (terang) bagusnya pakai ISO 100 terutama jika subjek tidak bergerak. Tapi kalau bergerak atau kondisi mendung/berkabut seperti di kondisi pada gambar atas, atau misalnya ada angin yang meniup dedaunan, lebih baik shutter speednya agak cepat supaya subjek tetap beku, tidak bergerak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat memotret foto ini saya mengaktifkan Auto ISO, sehingga kamera otomatis menaikkan ISO menyesuaikan dengan kondisi cahaya dan setting exposure lain yang saya gunakan. Kebetulan setting f/5.6 dan shutter speed 1/100 detik tidak cukup terang kalau pakai ISO 100, maka itu kamera menaikkan ke ISO 560.

Sebagian besar kamera digital SLR/mirrorless saat ini masih bagus kualitasnya sampai ISO 800. Jadi saya tidak terlalu khawatir dengan ISO 560. Untuk cetak noise (bintik-bintik pada foto biasanya tidak muncul) dan kalau untuk dilihat di monitor tablet atau ponsel masih bagus.

Ingat, jangan terlalu khawatirkan ISO karena lebih baik agak sedikit noise daripada gambar jadi gelap atau tidak tajam karena subjek bergerak, atau momen lewat karena kita telat memotretnya karena sibuk setting tripod.

(jsn/ash)





Hide Ads