Saya baca di banyak artikel, kayaknya untuk menaikkan nilai ISO banyak yang menyarankan untuk bertahan di 100 dan kalau masih kurang naik ke 200 maksimal di 400. Itu pun kalau di dalam ruangan atau malam hari. Namun bagaimana ketika pengambilan gambar pakai tripod? Penggunaan ISO 560 pada foto tersebut boleh dijelaskan kenapa harus setinggi itu pada kondisi bukan malam hari. Bagaimana dengan ketajaman gambarnya?ο»Ώ (July)
Jawaban:
Kalau kondisi cahaya memungkinkan (terang) bagusnya pakai ISO 100 terutama jika subjek tidak bergerak. Tapi kalau bergerak atau kondisi mendung/berkabut seperti di kondisi pada gambar atas, atau misalnya ada angin yang meniup dedaunan, lebih baik shutter speednya agak cepat supaya subjek tetap beku, tidak bergerak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian besar kamera digital SLR/mirrorless saat ini masih bagus kualitasnya sampai ISO 800. Jadi saya tidak terlalu khawatir dengan ISO 560. Untuk cetak noise (bintik-bintik pada foto biasanya tidak muncul) dan kalau untuk dilihat di monitor tablet atau ponsel masih bagus.
Ingat, jangan terlalu khawatirkan ISO karena lebih baik agak sedikit noise daripada gambar jadi gelap atau tidak tajam karena subjek bergerak, atau momen lewat karena kita telat memotretnya karena sibuk setting tripod. (jsn/ash)