Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Toko Game Ini Lebih Cuan Jualan Kartu Pokemon Dibanding Game

Toko Game Ini Lebih Cuan Jualan Kartu Pokemon Dibanding Game


Anggoro Suryo - detikInet

Seri Kartu Pokemon Evolusi Mega Impian ex
Foto: Dok.AKG Entertainment
Jakarta -

Nama besar GameStop selama puluhan tahun selalu identik sebagai surga belanja bagi para penggemar video game fisik. Namun secara mengejutkan, jaringan toko ritel raksasa tersebut kini justru mendulang lebih banyak cuan dari penjualan kartu Pokemon dan barang koleksi dibandingkan kepingan kaset game itu sendiri.

Fakta ironis ini terungkap setelah CEO GameStop, Ryan Cohen, mengeluarkan pernyataan kontroversial yang menyebut bahwa penjualan kepingan cakram game fisik kini sudah sama sekali tidak relevan bagi perusahaannya.

Dalam wawancara terbarunya, Cohen menjelaskan bahwa penurunan tren game fisik tidak akan mengganggu bisnis GameStop. Pasalnya, kontribusi penjualan perangkat lunak atau video game saat ini hanya menyumbang kurang dari 12 persen dari keseluruhan total pendapatan perusahaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Kartu Pokemon jadi tulang punggung baru

Membongkar rahasia dapur perusahaannya, Cohen mencatat bahwa lini bisnis barang koleksi dan kartu permainan kini menjadi mesin pencetak uang utama yang menyumbang sekitar 41 persen pendapatan GameStop. Dari sekian banyak barang dagangan, kartu permainan Pokemon dinobatkan sebagai produk tunggal yang paling laris manis diserbu pembeli di rak toko mereka.

Peralihan strategi ini terbukti sangat menguntungkan. Bisnis kartu dan barang koleksi ini bahkan berhasil mengantarkan GameStop mencetak rekor pendapatan operasional tertinggi dalam sejarah mereka pada kuartal pertama tahun 2026, yakni mencapai USD 143 juta.

Peralihan fokus bisnis GameStop ini sejalan dengan tren industri game global yang semakin meninggalkan format fisik. Meski memancing kekecewaan dari sebagian gamer yang menuntut jaringan ritel seperti GameStop untuk memperjuangkan warisan kaset fisik, fakta di lapangan menunjukkan bahwa dominasi unduhan digital sudah tidak bisa dibendung.

Beberapa realita yang mempertegas berakhirnya era game fisik di industri saat ini antara lain:

  • Banyak game besar terbaru dari penerbit AAA seperti Cairn, Marathon, Esoteric Ebb, dan The Alters: Last Variable yang diluncurkan murni dalam format digital.
  • Rockstar Games mengumumkan bahwa Grand Theft Auto VI akan dirilis secara digital, di mana edisi fisiknya diprediksi hanya berisi selembar kode unduhan, meski belakangan muncul wacana revisi akibat protes penggemar.
  • Sony secara resmi telah mengumumkan akan berhenti merilis salinan fisik untuk judul game PlayStation baru mulai Januari 2028.

Tumbangnya perlawanan para kolektor game fisik ini semakin nyata setelah otoritas Uni Eropa pada pekan ini turut mengklarifikasi bahwa mereka tidak memiliki wewenang untuk mencegah kebijakan Sony terkait penghentian kaset fisik tersebut, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Minggu (19/7/2026).



(asj/asj)






Hide Ads