Epic Games Diblokir, VPN Jadi Tumpuan Developer Akses Unreal Engine

ADVERTISEMENT

Epic Games Diblokir, VPN Jadi Tumpuan Developer Akses Unreal Engine

Panji Saputro - detikInet
Selasa, 09 Agu 2022 11:05 WIB
Ilustrasi Back End Developer
Epic Games Diblokir, Developer Pakai VPN untuk Akses Unreal Engine (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) masih memblokir Epic Games. Gamecom Team, developer lokal, terpaksa pakai Virtual Private Network (VPN) untuk akses Unreal Engine, dalam upaya pengembangan game baru mereka.

Hal ini diungkapkan oleh Josevina Gaby, Community Manager Gamecom Team, di mana timnya sementara pakai VPN, hingga pemblokiran dibuka. Ia mengatakan, bahwa penggunaan Unreal Engine sendiri harus memakai Epic Games Launcher, yang sudah terpasang di PC atau laptop.

"Ya untuk sekarang sih masih mampu ditangani dengan penggunaan VPN untuk Unreal Engine di Epic Games. Hanya saja kita bisa terus-terusan pakai VPN, secara ironis kita mempromosikan produk luar, yaitu VPN dong. Bukan produk lokal yang dimau Indonesia," terang Josevina kepada detikINET, Senin (8/8/2022).

Josevina mengaku, selain memanfaatkan VPN, sebenarnya ada beberapa provider yang masih bisa mengaksesnya. Namun, ada pula jaringan internet dari provider yang sudah besar di publik, yang tidak bisa masuk ke dalam Unreal Engine.

"Beberapa dari programmer kami sih masih bisa akses Epic Games terutama yg internet providernya tidak terblokir Kominfo. Misalnya kalau untuk provider-provider besar seperti Biznet, IndiHome, masih terblokir," ungkap Josevina.

Josivine juga menjelaskan, dengan adanya pemblokiran dari Kominfo, sebagai developer, pihaknya masih gelisah. Hal ini lantaran banyak aplikasi atau website yang perlu digunakan oleh pengembang, namun belum terdaftar di Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat dan terancam diblokir.

"Semisal seperti Adobe, Unity, dan aplikasi lainnya yang menjadi alat bantu untuk pengembangan suatu game," jelas Josevina.

Diketahui, pemblokiran terhadap Epic Games yang dilakukan Kominfo, karena raksasa video game tersebut belum daftar PSE Lingkup Privat. Padahal, teman-temannya seperti Steam dan Origin sudah melakukan pendaftaran.

Masih belum diketahui, apakah pengembang game Fortnite ini, akan daftar PSE Lingkup Privat atau tidak. Hal ini mengingat, sampai berita ini dibuat, masih belum ada kejelasan dari Epic Games. Bahkan, detikINET pun sudah mencoba menghubungi Tim Sweeney, CEO Epic Games, melalui Twitter, namun belum mendapat jawaban sejak 30 Juli lalu.

Sebagai tambahan informasi, Pendaftaran PSE Lingkup Privat ini telah diamanatkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggara Sistem dan Transaksi Elektronik, serta Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat.



Simak Video "Update Kominfo soal Pemblokiran dan Pendaftaran PSE"
[Gambas:Video 20detik]
(hps/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT