Activision Blizzard Raup Pendapatan Rp 73,3 Triliun di 2021

Activision Blizzard Raup Pendapatan Rp 73,3 Triliun di 2021

Panji Saputro - detikInet
Kamis, 10 Feb 2022 07:15 WIB
Akusisi Activision, Microsoft Pepet Metaverse Besutan Mark Zuckerberg
Activision Blizzard Raup Pendapatan Rp 73,3 Triliun Selama Tahun 2021 (Foto: activisionblizzard.com)
Jakarta -

Activision Blizzard mengungkapkan, pendapatannya naik pada 2021 dibandingkan 2020. Angkanya cukup fantastis, mencapai USD 5,1 miliar atau sekitar Rp 73,3 triliun.

Jumlah tersebut didapatkannya hanya dari pembelian di dalam game. Di mana mencakup transaksi mikro (microtransactions) dan penjualan Downloadable Content (DLC) alias sebuah konten tambahan pada judul yang dimainkan, dikutip detikINET dari Gamerant, Kamis (10/2/2022).

Kendati begitu, meskipun mengalami kenaikan 5% dari segi penghasilan. Hanya saja, Activision Blizzard melihat keuntungannya sedikit turun. Dari total USD 8,41 miliar atau sekitar Rp 120,8 triliun pada 2020, menjadi USD 8,35 miliar atau sekitar Rp 120 triliun selama tahun 2021.

Perusahaan game yang menjadi keluarga besar Microsoft ini, memproduksi judul seperti Call of Duty: Warzone dan memanfaatkan produk di dalamnya seperti Battle Pass. Sehingga memungkinkan para pemain, untuk membelanjakan uang mereka di dalam permainan. Tak luput World of Warcraft, secara konsisten dan mengedepankan layanan berlangganan berbayar.

Kabar gembiranya, game Massively Multiplayer Online Role Playing Game (MMORPG) tersebut, akan menyambangi perangkat mobile dalam waktu dekat, tepatnya tahun 2022. Rencana ini sudah disampaikan Bobby Kotick, CEO Activision, setahun lalu kepada para investor. Di mana akan memberikan lebih banyak pengalaman bermain di mobile secara gratis.

Sedikit informasi, bahwa Activision Blizzard sendiri telah diakuisisi oleh raksasa teknologi, Microsoft. Nilainya pun tak tanggung-tanggung hingga USD 68,7 miliar atau sekitar Rp 987 triliun, hampir Rp 1.000 triliun.

Ini menjadikannya sebagai pembelian terbesar sepanjang masa. Sekaligus menempatkan Microsoft menjadi perusahaan gaming ketiga terbesar di dunia setelah Tencent dan Sony. Termasuk menguatkan pondasi metaverse mereka yang telah dicanangkan.

Microsoft akan membayar USD95 per saham secara tunai, untuk menambahkan game Call of Duty, Warcraft, Candy Crush, Tony Hawk's Pro Skater, Overwatch, Spyro, Hearthstone, Guitar Hero, Crash Bandicoot, StarCraft dan masih banyak judul-judul lainnya yang bernaung di Activision Blizzard ke Xbox Game Pass.

"Setelah akuisisi rampung, kami akan menawarkan sebanyak mungkin game Activision Blizzard dalam Xbox Game Pass dan PC Game Pass, baik judul baru maupun game dari katalog Activision Blizzard yang luar biasa," kata CEO Microsoft Game Phil Spencer.



Simak Video "Internet Explorer Pensiun Setelah 27 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(hps/afr)