eSports dan Game Indonesia yang Tidak Bisa Dipandang Sebelah Mata

ADVERTISEMENT

eSports dan Game Indonesia yang Tidak Bisa Dipandang Sebelah Mata

Aisyah Kamaliah - detikInet
Kamis, 23 Des 2021 20:12 WIB
https://www.youtube.com/watch?v=X6unVMLJUE8
eSports dan Game Indonesia yang Tidak Bisa Dipandang Sebelah Mata (Foto: Google Play)
Jakarta -

Sudah banyak game lokal seperti Dreadout yang mendunia dan tim eSports Indonesia yang menjuarai turnamen internasional. Pertanyaannya nih detikers, masih mau pandang sebelah mata kemampuan Indonesia di industri game dan eSports?

Senz Houston CEO of Revival mengatakan dalam 'Press Conference Dunia Games Awards 2021', Kamis (23/12/2021), bahwa banyak sekali kemajuan yang dirasakan ketika ia memulai karier di dunia game.

"Saya mulai karier di tahun 2008, jauh sekali. Sekarang, makin banyak stakeholder, caster, players maupun pejuang belakang layar. eSports atau game termasuk industri yang tumbuh, COVID lagi tumbuh banget, tetapi industri ini ada kenaikan. Karena, ya kita di rumah, main game, online turnamen bisa dilakukan. Ini beda dengan industri lain," katanya.

Ia melihat sendiri perubahan game yang sangat pesat. Salah satunya adalah tumbuhnya pengembang game lokal. Ia melihat dari lingkungan terdekatnya yang sudah akrab dengan game buatan anak bangsa.

"Game lokal pun nggak kalah, istri saya juga main game lokal. Saya berharap game lokal bisa berkembang menyaingi game-game dari luar sehingga kita bisa bikin kompetisi lebih banyak. Apalagi makin banyak yang jadi pro player, ada caster bahkan host," ucap Senz.

Senada dengan Senz, Yabes Elia Chief Editor Hybrid.co.id mengatakan ia sangat optimis pasar gaming akan tetap bertumbuh. Kendati demikian, ada lebih banyak PR pada industri eSports.

"Banyak orang kurang paham membedakannya. Jumlah pasar eSports itu baru 10% pasar gaming, jadi PR-nya apakah eSports Indonesia bisa lebih mengembangkan ke sana? Padahal banyak atlet eSports Asia Tenggara dari Indonesia," tuturnya.

Rezaly Surya Afhany Manager eSports Telkomsel, yang biasa disapa Bang Jali ini, juga mengatakan Telkomsel secara korporasi melihat ada potensi besar untuk industri game dan eSports di Indonesia mengingat populasi yang sangat besar. Bila ditanya soal talenta, ia meyakini makin banyak player, caster hingga cosplayer yang bermunculan.

"Tapi kalau ditanya berapa banyak, mungkin harus ada yang ngitungin dulu. Tapi terlihat dari tumbuhnya agency talent, baik yang sudah punya brand atau pun baru, ditambah dengan banyaknya bisnis industri platform gaming lokal yang akan menjalin tumbuhnya para talent agent," jabarnya.

"Kami optimis tumbuh terus, dan kami berharap makin banyak karier jadi gamer atau streamer yang akan membantu publishers juga sustain. Cukup banyak, termasuk yang berpartisipasi di Dunia Games Awards 2021," tutupnya.



Simak Video "Telkomsel Suntik Mati Jaringan 3G Hari Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT