Biar Kapok! Call of Duty Banned 350 Ribu Pemain Rasis dan Toxic

Biar Kapok! Call of Duty Banned 350 Ribu Pemain Rasis dan Toxic

Panji Saputro - detikInet
Senin, 31 Mei 2021 18:28 WIB
Call of Duty Banned 350.000 Pemain Karena Rasis dan Toxic
Call of Duty Banned 350.000 Pemain Karena Rasis dan Toxic (Foto: callofduty.com)
Jakarta -

Activision mengumumkan telah memblokir 350.000 pemain di semua game Call of Duty. Alasannya tidak lain adalah karena pemain-pemain tersebut telah melakukan tindakan tidak terpuji seperti rasisme dan toxic.

Dalam upaya memberikan pengalaman bermain yang mengesankan, Activision telah bekerja keras untuk mengurangi segala tindakan yang tidak patut dilakukan. Langkah yang mereka lakukan yakni dengan memberikan larangan bermain kepada mereka yang melanggar.

Dikutip detikINET dari Gamerant, Senin (31/5/2021), para pemain yang diblokir berasal dari seluruh game Call of Duty termasuk Call of Duty: Warzone , Black Ops Cold War, Modern Warfare , dan Call of Duty: Mobile.

"Tidak ada tempat untuk perilaku toxic, ujaran yang mendorong kebencian atau pelecehan dalam bentuk apa pun di dalam komunitas kami," tulis Call of Duty dalam sebuah laporan di blog-nya.

Tindakan blokir yang dilakukan, berdasarkan laporan yang dikirimkan oleh pemain. Kemudian pihak Call of Duty akan meninjau secara cermat melalui basis data nama pemain yang mereka miliki.

"Masih banyak yang harus dilakukan, termasuk meningkatkan kemampuan pelaporan pemain dan moderasi, serta menangani obrolan suara untuk memerangi aktivitas toxic," tulis Call of Duty.

Laporan tersebut juga merinci beberapa langkah yang akan diambil oleh Activision untuk mencegah perilaku toxic di masa mendatang dalam game Call of Duty. Ini termasuk meluncurkan filter dalam game, di mana tujuannya untuk memblokir pemain yang membuat nama akun, tag klan atau profil yang menyinggung.

Mereka juga telah mengembangkan filter obrolan berbasis teks dan menerapkannya dalam 11 bahasa berbeda. Sayangnya, tanggapan yang diterima Activision dari para penggemar tidak berujung baik. Beberapa pengguna Twitter mengeluh bahwa inisiatif yang diambil pihaknya terlalu sedikit dan terkesan lambat.



Simak Video "Main CODM Season Baru, Bareng Teman Makin Seru"
[Gambas:Video 20detik]
(hps/rns)