Terjun ke Dunia Gaming, Mending Jadi Streamer atau Pro Player?

Terjun ke Dunia Gaming, Mending Jadi Streamer atau Pro Player?

Alfi Kholisdinuka - detikInet
Jumat, 29 Jan 2021 21:45 WIB
Screenshot Bincang Shopee
Foto: Screenshot Bincang Shopee
Jakarta -

Industri gaming dan eSports di Indonesia kini tengah naik daun. Ada banyak pilihan karir yang bisa digeluti baik oleh generasi Z atau milenial, di antaranya adalah pro player dan streamer. Dari dua tersebut kira-kira kamu cocok di tim mana?

Professional player atau pro player tentu bukanlah pekerjaan hal yang mudah. Perlu ketekunan dalam menciptakan strategi baru dalam setiap permainan. Terlebih ketika sedang musim turnamen, ada keharusan untuk menang karena karirmu dipertaruhkan di sini.

Sementara menjadi streamer memang tekanannya tidak sebanyak menjadi pro player, tapi kreator harus pintar menghasilkan konten baik. Hal ini penting untuk meningkatkan traffic atau viewers tinggi sehingga kamu bisa tetap produktif.

Menurut Business Development eSports Manager di Garena Indonesia, Wijaya Nugroho apapun pilihannya, kedua karir tersebut sama-sama menjanjikan. Namun, yang terpenting harus memperhatikan betul persiapan sebelum benar-benar serius menggeluti profesi ini.

Sebab, kata dia, untuk tetap produktif harus ada sesuatu yang dikorbankan. Sebagai contoh, gamer harus mengetahui dulu potensi besarnya di mana, jika sering menang turnamen online, maka fokus ke depan jadi pro player. Jika tidak, maka menjadi creator gaming atau streamer.

"Tentunya dari awal itu para audience atau gamer itu harus ngetes dulu apakah dia memang ada talent atau bakat jadi pro player atau enggak," ujarnya dalam 'Bincang Shopee 2.2 Men Sale: Terjun ke Dunia Gaming: Streamer atau Pro Player?' secara virtual, Jumat (29/1/2020).

Screenshot Bincang ShopeeFoto: Screenshot Bincang Shopee

Peluang Karir

Wijaya menuturkan meski dalam kondisi pandemi seperti saat ini industri gaming tetap produktif menghasilkan berbagai keuntungan bagi para player. Dari mulai kompetisi hingga menjadi content creator seperti streamer dan lainnya.

"Apalagi sekarang kita sudah melihat kalau eSports ada di Asian Games, ada di Sea Games, sudah diakui di multievent. Medalinya juga bukan exhibition tapi resmi memperebutkan, dapat bonus memang medali yang dihitung jadi sungguh luar biasa ya eSports ini," jelasnya.

Bukti lain, kata dia, dalam gelaran Free Fire Master League Season III (FFML Season III) Divisi I, Garena menyiapkan uang pembinaan sebesar Rp 8,6 miliar untuk 18 tim yang bersaing di Divisi I untuk satu tahun. Garena juga menambah hadiah pemenang dari kedua Divisi dengan total Rp 1,5 miliar.

Sementara itu, Head of Brands Management & Digital Product Shopee Indonesia, Daniel Minardi menambahkan seiring dengan tumbuhnya industri eSports itu sendiri berkembang pula komunitas serta konten pilihan menarik di sosial media yang dapat dinikmati oleh khalayak luas.

"Profesi gamer di ranah pro player atau pun stremer yang rutin menampilkan berbagai konten gaming perlahan dijadikan tujuan anak muda masa kini sebagai opsi pengembangan diri di era digital," pungkasnya.

Rangkaian Promo Puncak Kampanye Shopee 2.2 Men Sale

Oleh sebab itu, untuk menunjang karir menjadi pro player atau streamer. Pihaknya menggelar puncak kampanye Shopee 2.2 Men Sale. Shopee turut memberikan rekomendasi produk yang dapat dibeli berdasarkan kegemaran para pria, yang salah satunya mencakup kebutuhan gaming.

Adapun rangkaian promo puncak kampanye Shopee 2.2 Men Sale mulai pukul 00.00 WIB, pada hari puncak kampanye Rabu (2/2), Shopee akan menghadirkan pengalaman belanja meriah dengan promo besar-besaran untuk menemani belanja online pengguna di rumah.

Pengguna akan dimanjakan dengan serangkaian promo meriah pada puncak kampanye Shopee 2.2 Men Sale, antara lain gratis ongkir Rp 0, cashback hingga Rp 220.000, Beli Bareng, Flash Sale Rp 99, Ingatkan Diskon, Big Brand Rush Hour dan Shop & Win PS5.

(akd/fay)