Pentingnya Regulasi dalam Esports Indonesia

Pentingnya Regulasi dalam Esports Indonesia

Irna Gayatri - Content Writer RRQ - detikInet
Sabtu, 26 Des 2020 08:56 WIB
Ilustrasi Esports
Foto: (Unsplash/RRQ)
Jakarta -

Esports bisa dibilang memang masih menjadi industri yang baru mulai berkembang, khususnya di Indonesia. Diakuinya esports sebagai salah satu cabang olahraga prestasi oleh pemerintah, paling tidak membuat esports kini diakui sebagai olahraga resmi di Tanah Air.

Meski begitu, pekerjaan rumah untuk memajukan esports di Indonesia masih panjang. Regulasi khusus, misalnya, penting untuk disusun agar para pelaku di dalam industri ini dapat berkompetisi dengan aman dan sportif.

Mengapa regulasi dalam esports jadi hal yang sangat penting? Simak uraiannya seperti dihimpun Tim RRQ di sini:

1. Mencegah kecurangan

Dalam kompetisi apa pun, risiko pemain melakukan kecurangan pasti ada. Tak hanya dalam olahraga konvensional, olahraga elektronik atau esports pun masih dibayang-bayangi risiko pemain bertindak curang. Karena itu, peraturan yang ketat perlu dibuat agar tak ada pemain yang mencoreng sportivitas pertandingan.

Di Indonesia mungkin belum ada kasus tentang pemain yang melakukan doping. Namun, kasus doping ini cukup jadi sorotan di Eropa dan Amerika Serikat, seperti yang pernah diakui oleh pemain CS:GO, Kory 'Semphis' Friesen dari Cloud9. Penggunaan doping dilakukan agar tubuh terasa berenergi dan lebih fokus dalam pertandingan. Meski begitu, hal ini masuk dalam tindak kecurangan, sebagaimana yang berlaku di olahraga tradisional.

Selain itu, kasus match fixing juga cukup menjadi perhatian dalam beberapa game, seperti DotA 2 dan CS:GO. Match fixing ini berarti pemain atau tim dengan sengaja mengatur hasil akhir pertandingan, misalnya sengaja mengalah. Biasanya, hal ini dilakukan karena adanya taruhan terkait skor mereka. Jangan sampai hal yang sama terjadi di jagat esports Indonesia, ya. Karena itu, regulasi yang mengatur hal ini penting dibuat supaya tidak ada kecurangan seperti di atas.

2. Mengatur standar usia pemain

Rata-rata usia pro player esports bisa dibilang masih sangat muda. Banyak pemain yang memulai karier dari usia di bawah 15 tahun dengan usia maksimal bertahan sampai 20-an. Karena itu, perlu adanya regulasi yang mengatur standar usia pemain agar masa depan pemain di industri esports juga lebih terjamin. RRQ Alberttt, misalnya, yang saat ini berusia 16 tahun.

Halaman selanjutnya: sponsor dan ekosistem esports...