Kisah Sedih Pokemon Go Selama Pandemi

Kisah Sedih Pokemon Go Selama Pandemi

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Senin, 21 Des 2020 09:18 WIB
NEW YORK, NY - JULY 11: A man plays Pokemon Go on his smartphone outside of Nintendos flagship store, July 11, 2016 in New York City.  The success of Nintendos new smartphone game, Pokemon Go, has sent shares of Nintendo soaring. (Photo by Drew Angerer/Getty Images)
Foto: Gettyimages
Jakarta -

Lazimnya, industri game malah bisa meraup untung besar selama pandemi Corona. Namun bagi pengembang Pokemon Go, yang terjadi adalah kebalikannya.

Kebanyakan pengembang game ataupun produsen konsol mendapat keuntungan dari pandemi, karena banyak orang menghabiskan waktu dari rumah, dan salah satu cara menghabiskan waktunya adalah dengan bermain game.

Contoh kasusnya banyak, miHoYo contohnya, yang sukses dengan Genshin Impact. Atau juga Nintendo, yang penjualan konsolnya melesat bahkan sampai langka di pasaran. Termasuk game Animal Crossing: New Horizon, yang laris manis sejak pertama dirilis.

Namun bagi Pokemon Go, pandemi ini malah jadi hal negatif untuk mereka, karena memang game ini memang mengajak penggunanya untuk berada di luar rumah berburu Pokemon dan lain sebagainya.

Kemunculan pandemi ini pun bertepatan dengan rencana Niantic -- pengembang Pokemon Go -- untuk mengadakan acara besar pada Maret lalu. Nama acaranya adalah Battle League, dan salah satu syarat untuk mengikutinya adalah pemain harus banyak berjalan kaki di luar ruangan.

"Masalah ini (COVID-19) sangat berpengaruh pada game kami. Jika kami terus melanjutkan apa yang sudah kami kerjakan, memberikan fitur dan tetap menjalankannya sampai COVID berakhir, itu adalah hal yang salah bagi pemain kami," ujar Senior Product Manager Niantic Matt Slemon.

Namun kemudian memang Niantic akhirnya beradaptasi dan melakukan sejumlah perubahan dalam Pokemon Go. Mereka memodifikasi persyaratan berjalan kaki dan mengubah aturan terkait raid dan Pokemon legendarisnya.

Mereka akan juga akan mempertahankan fitur seperti remote raid yang dihadirkan setelah pandemi. Lalu mereka tetap akan mengadakan festival Go Fest terbesarnya, meski harus secara online.

"Game ini punya makna berbeda untuk setiap orang, mungkin bisa menjadi alat koleksi, olah raga, atau sekadar untuk terhubung bersama teman. Kami berusaha mencari jalan tersebut ... apa pun yang berarti untuk pemain, kami akan melanjutkan hal itu untuk mereka," tambah Slemon.

"Pada akhirnya, kami berharap bagaimana pun anda menggunakan Pokemon Go, anda tetap bisa menggunakannya untuk tujuan yang anda inginkan, apa pun kondisinya," tutupnya.



Simak Video "Buka Les Vokal, Delon Thamrin Berharap Lahirkan Bakat Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)