Pilih Jadi Pro Player Esports atau YouTuber?

Pilih Jadi Pro Player Esports atau YouTuber?

Irna Gayatri - Content Writer RRQ - detikInet
Rabu, 16 Des 2020 19:50 WIB
Ilustrasi Nobar Esports
Foto: (PCMag)
Jakarta -

Gemar main game, ada banyak profesi yang bisa kalian tekuni. Beberapa di antaranya yang menjadi profesi impian adalah menjadi pro player atau content creator alias YouTuber. Profesi pro player menjadi populer beberapa tahun belakangan ini seiring dengan semakin maraknya turnamen esports di Indonesia.

Nah, kalau harus memilih, kira-kira kalian lebih ingin jadi pro player atau content creator (YouTuber)? Apa pun pilihan kalian, simak di sini kelebihan dan kekurangannya, ya.

Professional Player Esports

Ilustrasi EsportsPro player Esports Foto: (Unsplash/RRQ)

Menjadi professional player atau pro player berarti harus siap bersakit-sakit dahulu, baru bersenang-senang kemudian. Bersakit-sakitnya, ya, karena jadwal latihan kalian akan padat dan kalian tak lagi bisa bermain untuk main-main saja. Khususnya ketika sedang musim turnamen, kalian harus benar-benar fokus mencoba puluhan hingga ratusan strategi dan melatihnya berkali-kali agar bisa digunakan dengan lancar saat pertandingan. Ditambah lagi, ada keharusan untuk menang karena karier kalian dipertaruhkan di sini.

Kedengarannya sulit, ya. Namun, ketika hasil latihan kalian mulai terlihat dengan memenangkan pertandingan, ada kepuasan dan kebanggaan yang akan kalian dapatkan. Ditambah lagi, ketika kalian memenangkan turnamen besar, nama kalian akan dikenang dan jadi perbincangan pencinta esports dalam waktu yang lama. Bangga karena berprestasi, ditambah bonus nilai hadiah yang fantastis menjadikan pro player sebagai profesi yang banyak diincar gamers.

Selain itu, saat ini gaji pro players juga sudah lebih manusiawi. Beberapa tim esports sudah memberikan gaji bulanan di atas UMR hingga puluhan juta per bulan, tergantung kemampuan dan prestasi yang disumbangkan pro player tersebut. Bahkan, Andrian Pauline, CEO Team RRQ, pernah membocorkan gaji pro player Team RRQ yang bisa sampai ratusan juta. Jumlah ini belum ditambah bonus harian ketika mengikuti turnamen. Bagaimana, cukup menggiurkan?

[Gambas:Youtube]


Content Creator/YouTuber

Ilustrasi EsportsYouTuber Esports Foto: (Alex Haney via Unsplash/RRQ)

Selain menjadi pro player, banyak juga gamers yang lebih suka menjadi content creator (YouTuber). Menjadi pro player memang tekanannya luar biasa. Karena itu, kalau tidak kuat bertahan di bawah tekanan, menjadi content creator (YouTuber) mungkin lebih cocok untuk kalian. Tekanannya tidak sebanyak menjadi pro player. Tidak ada keharusan untuk menang dan tidak ada kewajiban untuk berlatih sampai 12 jam sehari. Kalian bisa santai-santai sambil membuat konten atau bisa juga sibuk karena membuat konten.

Pilihannya tergantung kalian. Kalau kalian mau mendulang banyak pengikut dalam waktu singkat, tentu kalian juga harus menyediakan konten yang banyak dan tentunya mengikuti tren agar bisa bersaing dengan konten serupa lainnya. Meski begitu, kalian juga bisa bersantai-santai dengan hanya meng-upload 1 video konten per minggu. Ini bisa dilakukan kalau kalian sudah mendapatkan basis subscribers yang setia.

Yang sulit dari menjadi content creator adalah membangun akun kalian. Kalau kalian tidak punya keunikan, entah dari segi gaya penceritaan kalian atau memang kalian sangat jago main game, kalian mungkin akan butuh bertahun-tahun untuk bisa jadi content creator yang sukses. Kalau subscribers dan viewers kalian masih berkisar di ribuan, penghasilan yang kalian dapatkan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan menjadi pro player esports.

*Artikel ini merupakan kerja sama antara detikINET dengan Team RRQ.



Simak Video "Ingin Jadi Kreator Konten? Berikut Cara Gaet Viewers di YouTube"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fay)