Internet Bapuk, Timnas DOTA Indonesia Dianggap Walkout

Internet Bapuk, Timnas DOTA Indonesia Dianggap Walkout

Aisyah Kamaliah - detikInet
Rabu, 11 Nov 2020 16:06 WIB
dota 2
Timnas Indonesia untuk DOTA 2 dianggap walkout setelah adanya kendala koneksi (Foto: Facebook/IESPA)
Jakarta -

Tim DOTA 2 Indonesia Mix Elite dinyatakan walkout saat IESF World Championship 2020 babak kualifikasi Asia Tenggara. Penyebabnya ternyata masalah koneksi sehingga pemain kocar-kacir lari ke warnet terdekat.

Secara total terdapat lima tim dari Filipina, Myanmar, Thailand, Vietnam, dan Indonesia. Mereka akan bermain empat kali dengan format round robin best of one (bo1) series, yang berarti para tim harus mengumpulkan poin kemenangan sebanyak mungkin.

Mengutip Liga Game, tim yang diisi oleh Tri Kuncoro, Muhammad Luthfi, Muhammad Rizky, Rudy Lucky, dan Ramzi Bayhaki harus berhadapan dengan perwakilan Filipina pada pertandingan pertama 9 November 2020 pukul 14.30 WIB. Namun Indonesia harus dianggap absen karena melewati batas keterlambatan yang dapat ditoleransi.

"Mohon maaf kendala Internet di lapangan, anak2 kesulitan masuk lobby sehingga telat dan di-WO di match lawan PH," jelas admin IESPA dalam kolom komentar Facebook Indonesia e-Sport Association (IESPA).

Komentar netizen pun berdatangan, kebanyakan dari mereka merasa tidak menyayangkan kejadian seperti ini dapat terjadi.

"Gimana ini min, hmmmm," tulis salah seorang warganet sembari membagikan sebuah screenshot.

dota 2Percakapan yang terjadi saat live pertandingan Mix Elite melawan tim dari Filipina. Foto: Facebook/IESPA

IESPA sendiri adalah wadah resmi yang menaungi atlet-atlet e-Sport di Indonesia. Asosiasi ini dibentuk pada tahun 1 April 2013 yang diprakarsai oleh Eddy Lim, Prana Adisapoetra, Erwin, Terry dan juga Richard Permana.

Dengan kegagalan ini, Mix Elite harus bisa memaksimalkan tiga pertandingan yang tersisa. Meski demikian, masih ada harapan bahwa timnas kita bisa mendapatkan tiket menuju grand final IESF Esports World Championship di bulan Desember nantinya. Semoga saja ya, detikers.



Simak Video "Belum Optimal, Bos RRQ Dorong Pemerintah Benahi Ekosistem eSports"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)