Jangan Negatif Dulu, Ini Kiat agar eSports Banyak Manfaatnya

Jangan Negatif Dulu, Ini Kiat agar eSports Banyak Manfaatnya

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 04 Sep 2020 20:30 WIB
Ilustrasi eSport, Ilustrasi eSports
Ini Kiat agar eSports Banyak Manfaatnya (Foto: Florian Olivo/Unsplash)
Jakarta -

eSports yang digemari kalangan pelajar dan mahasiswa tentu memiliki sisi positif dan negatif. Apa yang bisa dilakukan orang tua agar anak muda penggemar esports bisa mendapatkan manfaat positif dari esports yang ditekuninya?

Psikolog klinis Ghea Amalia Arphand mengatakan, bermain game punya banyak manfaat jika diarahkan dengan benar. Selain mendapatkan kesenangan saat memainkannya, ada sejumlah tugas dalam game yang bisa melatih keterampilan tertentu.

"Misalnya di masa pandemi ini sulit bertemu langsung, bisa berteman, bersosialiasi secara virtual di dalam permainan tersebut, mabar," ujarnya dalam konferensi pers virtual bertema "Esports Bagi Pelajar: Sinergi Peran Orangtua & Dukungan Sekolah", Jumat (4/9/2020).

Dilanjutkan Ghea, tergantung dari gamenya, ada permainan yang memerlukan kerja sama tim sehingga melatih kepemimpinan berdasarkan peran masing-masing, ada yang melatih konsentrasi dan koordinasi mata dengan tangan, hingga pengambilan keputusan.

piala kemeporaPsikolog klinis Ghea Amalia Arphand.

"Dalam game dibiasakan kita mau mengambil keputusan seperti apa dan gamer harus mengambil keputusan dengan cepat apalagi kalau dia leader. Ada penyelesaian masalah juga. Jadi jika sesuai dengan porsinya, esports akan bermanfaat," ujarnya.

Sebaliknya, jika berlebihan, hal itu akan berdampak negatif seperti memunculkan perilaku agresif, kurang bergerak aktif, mengubah postur tubuh, bahkan bisa mengganggu kehidupan sehari-hari seperti tidak mau belajar dan bersekolah.

Dikatakan Ghea, diperlukan sinergi peran antara orangtua dan sekolah dalam mengawasi dan mendukung putra-putrinya yang suka esports. Hal ini penting untuk memaksimalkan manfaat positif dari esports dan memutus dampak buruknya.

"Orang tua punya peran penting untuk menerapkan aturan. Harus tahu apa yang dimainkan anak, bagaimana agar dia mengontrol diri sudah berapa lama main game-nya, tahu kapan waktunya istirahat, sekolah, dan lain-lain," ujarnya.

Senada dengan Ghea, akademisi dan praktisi esports Yohannes Paroloan Siagian mengatakan, dalam bidang apapun semua ada positif dan negatifnya. Yang penting adalah kontrol bagaimana caranya anak berkecimpung dalam esports.

piala kemeporaAkademisi dan praktisi esports Yohannes Paroloan Siagian. Foto: screenshot

"Ada satu masalah dengan game, yaitu anak tidak dikasih tahu positifnya. Belum apa-apa langsung negatif. 'Kamu jangan main game buang waktu!', belum apa-apa sudah dilarang," kata Yohannes.

Menurutnya, yang terbaik adalah orang tua memang harus mengerti apa yang dimainkan anak, dan didampingi, karena ada banyak pelajaran yang bisa dimanfaatkan dari game.

"Kita lihat anak main game apa, tunjukkan ke anak, kamu tadi pakai skill ini loh, supaya mereka bisa terapkan di real life. Baru kemudian dikasih tau juga dampak negatifnya. Mungkin ada hal yang tidak sesuai keinginannya, anak kesal banting HP. Ditanya kenapa? Lalu didampingi agar bisa belajar mengendalikan emosinya," sarannya.



Simak Video "KONI: eSports Resmi Jadi Cabang Olahraga"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)