Rabu, 08 Mei 2019 20:05 WIB

PUBG Gagal Tembus 'Tembok Besar' China

Fino Yurio Kristo - detikInet
Bermain PUBG. Foto: Reuters Bermain PUBG. Foto: Reuters
Beijing - Amat populer di negara lain, game PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG) gagal menembus 'tembok besar China'. Bahkan meskipun yang membawanya adalah perusahaan domestik, yaitu raksasa teknologi Tencent.

Karena masih dalam proses perizinan, PUBG hanya tersedia dalam bentuk uji coba di China. Tapi setahun sudah berlalu dan izin PUBG tidak juga lolos, Tencent agaknya hilang kesabaran dan memutuskan untuk mengakhiri ketersediaan PUBG di Negeri Tirai Bambu.

"Fase tes untuk PUBG secara resmi berakhir pada 8 Mei. Kami berterima kasih pada setiap orang untuk dukungan yang mereka berikan sejauh ini," tulis Tencent di Weibo, yang dikutip detikINET dari Reuters.




Tencent diumumkan sebagai publisher PUBG di China pada November 2017. Status PUBG dalam tahap 'testing' karena menunggu izin dari pemerintah China untuk dipasarkan di China.

Tencent bahkan telah mengubah beberapa aspek PUBG agar sesuai dengan panduan pemerintah. Tapi akhirnya mereka menyerah dan tidak jadi memasarkan PUBG.

Sebagai gantinya, Tencent meluncurkan game battle royale lain bernama Game of Peace. Beda dengan PUBG, Game of Peace sudah mendapat persetujuan pemerintah dan punya fungsi untuk memudahkan pemain migrasi dari PUBG.

Mendapat izin dari pemerintah China soal game memang susah-susah gampang. Tencent pun menelan pil pahit karena diestimasi, jika mereka dapat memasarkan PUBG di China, estimasi pendapatan adalah di kisaran USD 1 miliar.


(fyk/krs)