Senin, 15 Apr 2019 16:39 WIB

Bos Xiaomi Black Shark Blak-blakan Soal Cloud Gaming

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Xiaomi Black Shark 2. Foto: Pocketlint Xiaomi Black Shark 2. Foto: Pocketlint
Jakarta - Dirilisnya Stadia oleh Google beberapa waktu lalu semakin menunjukkan bahwa cloud gaming memang merupakan masa depan dari sektor game. Salah satu keunggulannya adalah, pemain tak butuh perangkat tertentu untuk memainkannya, bisa dari konsol, PC, atau ponsel mana pun.

Lantas, apa yang perlu dilakukan para pembuat hardware agar tak termakan oleh inovasi satu ini? David Li,VP of Black Shark Global, punya jawaban versinya sendiri.




Di sini, ia banyak mengedepankan keunggulan dari Black Shark 2, ponsel gaming garapan Xiaomi. Dengan begitu, pihaknya bisa berjalan beriringan dengan cloud gaming, bukannya malah memberikan perlawanan kepadanya.

Salah satu yang diutarakan olehnya adalah tingkat responsivitas dari layar sentuh ponsel tersebut. Ia mengklaim Black Shark 2 25% lebih responsif dari Samsung Galaxy S10. Menurutnya, dengan mempertahankannya tetap kompetitif dalam hal itu, maka perangkat Black Shark ke depannya juga bisa menghadirkan gameplay yang lebih baik.




Selain itu, Li juga mengatakan bahwa di Black Shark generasi terbaru, salah satu fitur yang paling penting adalah koneksi jaringan. Ia menyebut bahwa baik saat terhubung dengan data seluler maupun Wi-Fi, memainkan game secara streaming atau mengunggah game dapat dilakukan pada kecepatan semaksimal mungkin.

Saat ini, Black Shark 2 memiliki antena di enam lokasi berbeda sehingga memberikan koneksi yang terbilang cepat, terlepas dari posisi tangan pengguna. Sekadar informasi, biasanya antena difokuskan di bawah layar, maka dari itu biasanya 'dagu' ponsel lebih tebal.

Lebih lanjut, Li mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengarahkan pandangan ke 5G terkait dengan pengembangan Black Shark. Bahkan, ada kemungkinan Black Shark 5G lahir sebelum Black Shark 3.




Diketahui bahwa jarak antara dirilisnya Black Shark 2 dengan Black Shark generasi pertama hanya berjarak enam bulan. Maka dari itu, bukan tidak mungkin Black Shark 5G bisa hadir sebelum akhir tahun ini, sebagaimana detikINET kutip dari Tech Radar, Senin (15/4/2019).

Selebihnya adalah bagaimana brand gaming ini bekerja sama dengan pengembang besar, Tencent misalnya. Hal ini berguna untuk menjamin perangkat menjalankan game tanpa masalah, dalam koridor ini permainan yang dimaksud adalah PUBG Mobile besutan Tencent.



(mon/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com