Selasa, 25 Sep 2018 14:00 WIB

Kisah Anak Kampung Pencipta Mario Bros

Fino Yurio Kristo - detikInet
Shigeru Miyamoto dan Mario Bros. Foto: Stephen Lam/Getty Images Shigeru Miyamoto dan Mario Bros. Foto: Stephen Lam/Getty Images
Jakarta - Nintendo, yang baru saja berulang tahun ke-129, identik dengan Mario Bros. Dan Mario Bros diciptakan oleh Shigeru Miyamoto, salah satu sosok ikonik yang membesarkan Nintendo berkat kepiawaiannya melahirkan tokoh-tokoh game tenar.

Di dunia game, Shigeru memang legenda. Tak hanya sosok Mario di game Mario Bros yang lahir di tangannya. Donkey Kong, Star Fox, Pikmin, dan Legend of Zelda juga dia ciptakan. Simak kisah hidupnya berikut ini.

Shigeru lahir 65 tahun lampau di pedesaan Sonobe, Kyoto. Desanya dikelilingi sungai dan hutan-hutan. Ia lahir di keluarga sederhana, rumahnya mungil, tak ada televisi. Waktu kecil itu, mainan Shigeru tak banyak. Jadi dia sering bikin sendiri yang membuatnya banyak berimajinasi.

Ia suka menggambar dan membuat cerita sendiri tentang karakter-karakter aneh. Shigeru juga suka berpetualang ke alam liar. Kadang ia masuk ke hutan, ke gua atau naik gunung.

Suatu hari saat berumur 7 tahun, Shigeru menemukan sebuah lubang di tanah. Ia masuk ke sana dan tak menemui apapun selain kegelapan. Hari selanjutnya, ia kembali ke sana dan ternyata, lubang itu mengarah ke gua kecil bercabang-cabang. Gua itu jadi tempat main kesenangan Shigeru.




Waktu dewasa, Shigeru mengatakan petualangannya semasa bocah adalah sumber inspirasi dalam membuat game-game legendarisnya. Ia senang mengenang masa kecilnya yang membahagiakan dan berharap anak-anak zaman sekarang juga mengalami petualangannya sendiri.

"Aku masih bisa merasakan sensasi yang kualami saat berada di sungai kecil di desaku, saat tanganku mencari sesuatu di bawah batu kemudian ada yang menyentuh jariku yang ternyata adalah ikan," papar Shigeru.

"Itu adalah pengalaman yang tak bisa kuekspresikan dengan kata-kata. Sebuah situasi yang tidak biasa. Kuharap anak-anak zaman sekarang bisa menjalani pengalaman serupa tapi memang tidak mudah lagi," tambahnya.

Ingin Jadi Komikus

Waktu cepat berlalu, Shigeru pun lulus kuliah dari Kanazawa Municipal College of Industrial Arts. Kesukaannya pada Manga, sebutan untuk komik asal Jepang, sempat membuatnya ingin jadi komikus saja. Tapi takdir berkata lain. Shigeru berjodoh dengan Nintendo.

Nintendo awalnya hanya perusahaan Jepang yang relatif kecil, menjual mainan seperti kartu. Pada pertengahan 1960-an, barulah Nintendo merintis pembuatan game. Nah, kebetulan ayah Shigeru kenal dengan presiden Nintendo pada waktu itu, Hiroshi Yamauchi.

Maka, Shigeru diminta wawancara dengan Hiroshi dan diangkat menjadi pegawai magang. Hiroshi terkesan dengan imajinasi Shigeru dan menganggapnya karyawan potensial.


Kisah Anak Kampung Pencipta Mario BrosShigeru Miyamoto. Foto: Stephen Lam/Getty Images


Shigeru pun berperan dalam pembuatan game awal Nintendo seperti Sheriff dan Radar Scope yang rilis pada 1980. Radar Scope cukup sukses di Jepang. Tapi sayangnya, ketika coba dijual di pasar game Amerika Utara ternyata tak begitu laku.

Banyak kopi tak terjual dan akibatnya, Nintendo hampir bangkrut. Hiroshi pun mencari akal untuk bertahan dan Shigeru ditugasi membuat Radar Scope menjadi game dengan cerita baru.




Shigeru pun mulai sibuk mencari ide cerita yang kira-kira akan disukai gamer. Akhirnya dia memiliki ide tentang kisah cinta seekor gorila, tukang kayu dan seorang gadis. Begitulah, singkat cerita, lahirlah game Donkey Kong.

Kelahiran Mario Bros

Donkey Kong meraih sukses dan menyelamatkan Nintendo. Shigeru tak terlena, ia kemudian ingin membuat game lain berdasarkan karakter di Donkey Kong. Karakter Jump Man ia jadikan Mario dan ia tambah dengan karakter saudaranya yang bernama Luigi. Jadilah game Mario Bros.

Nintendo kemudian meluncukan konsol game Nintendo Entertainment System. Shigeru kembali menjadi sosok kunci di mana dia membuat dua judul game legendaris konsol ini, Super Mario Bros dan Legend of Zelda. Di kedua game tersebut, Shigeru fokus pada gameplay menarik ketimbang skor tinggi, berbeda dari game lain di masa itu.

Di Legend of Zelda yang dianggap sebagai game terobosan pada masanya, gamer bisa mengeksplorasi dunia imajinasi yang penuh petualangan. Gamer ditantang memecahkan berbagai teka teki untuk menuju tahap selanjutnya.

Shigeru mengatakan Legend of Zelda banyak terinspirasi dari pengalaman masa kecilnya. "Ketika masih kecil, aku pergi hiking dan menemukan danau. Ketika aku bepergian ke banyak tempat tanpa peta, aku menemukan banyak hal menakjubkan," katanya.

Begitulah, Shigeru boleh dibilang adalah kunci sukses Nintendo. Dia disebut-sebut sebagai bapak video game modern. Game paling fenomenal yang diciptakannya tentu saja adalah Mario Bros yang sudah keluar begitu banyak serinya dan masuk jajaran game terlaris sepanjang masa.




Majalah Time pernah menyebut Shigeru sebagai Stephen Spielberg di dunia game. Media kenamaan Inggris Telegraph menyebutnya sebagai desainer game paling berpengaruh sepanjang masa.

Shigeru dari tahun 1977 sampai sekarang setia bekerja di Nintendo dengan jabatan terakhir sebagai Representative Directors. Dia selalu mencintai dunia video game.

"Ketika aku membuat video game, aku ingin orang-orang jadi terhibur. Aku selalu berpikir bagaimana orang akan menikmati permainan video game yang kami ciptakan? Dan selama aku bisa menikmati sesuatu, orang lain pun bisa menikmatinya," kata dia.

(fyk/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed