Senin, 28 Mei 2018 20:12 WIB

Trailer Battlefield V Banjir Dislike dan Kritik, Kenapa?

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Battlefield V. Foto: istimewa Battlefield V. Foto: istimewa
Jakarta - Pekan lalu DICE dan Electronic Arts (EA) secara resmi merilis trailer perdana dari game Battlefield V dengan kemasan aksi sinematik yang digabung dengan gameplay. Sayang, trailer tersebut kurang menarik minat gamer yang menonton di situs YouTube.

Hal ini terlihat dari jumlah dislike yang lebih besar dari jumlah like. Dari pantauan detikINET di situs YouTube, Senin (28/5/2018), jumlah like hanya sekitar 271 ribuan. Sementara jumlah dislike mencapai 302 ribu.

Lalu apa yang membuat gamer dan netizen tidak suka dengan trailer tersebut? Mengacu dari beberapa pendapat netizen yang tertuang di kolom komentar, kebanyakan mereka tidak suka dengan sosok karakter wanita d dalam game.

Kebanyakan dari penggemar mengkritik bahwa game tidak memiliki sejarah yang akurat karena tentara wanita itu, walaupun kebanyakan game Battlefield memang tidak begitu akurat dengan sejarah karena satu dan lain hal dan juga telah mendapat kritik serupa.

Hanya saja, menempatkan wanita dalam pertempuran di Perang Dunia 2 memang sangat melenceng. Rata-rata dari komentar memang mempermasalahkan kehadiran sosok karakter wanita dalam game. Adapula yang mengkritik soal tentara wanita yang menggunakan tangan palsu.

Battlefield V rencananya akan hadir lebih dulu di Origin/EA Access pada tanggal 11 Oktober 2018, kemudian diluncurkan serentak di platform PC, Xbox One dan PlayStation 4 pada tanggal 19 Oktober mendatang.

Battlefield V pun akan menyajikan beragam konten baru. Satu contohnya ialah mode Grand Operations, yang menggantikan Operations di Battlefield 1. Di sana, gamer akan membuat sebuah tim yang akan beradu dalam peta dengan mode permainan berbeda selama 'tiga sampai empat hari'.

Hari di sini mewakilkan satu match, dan hasil pertempuran akan memengaruhi match selanjutnya. Misalnya, keberhasilan tim gamer untuk menghancurkan artileri lawan akan mempengaruhi jumlah kendaraan yang bisa dipakai di 'hari' berikutnya. (fyk/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed