Minggu, 11 Feb 2018 17:29 WIB

Developer Game Makin Kepincut Nintendo Switch

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Nintendo Switch. Foto: afr/detikINET Nintendo Switch. Foto: afr/detikINET
Jakarta - Setelah berhasil mencatatkan angka penjualan yang relatif tinggi, Nintendo Switch kini semakin menarik minat para pengembang game untuk berkreasi di konsol tersebut.

Laporan berjudul GDC State of the Game Industry ang diterbitkan oleh Game Developers Conference tiap tahunnya menunjukkan peningkatan terhadap minat pengembang dengan NIntendo Switch.

Pada edisi 2018 ini, dari 4.000 pengembang game selaku responden, 36% diantaranya memilih Switch sebagai konsol yang paling menarik perhatian mereka. Angka tersebut menempatkan Switch di atas Xbox One, platform mobile, dan virtual reality.

Selain itu, 12% responden mengatakan bahwa tengah mengerjakan proyek game pada platform tersebut, atau meningkat 3% dari laporan tahun sebelumnya, seperti detikINET lansir dari The Verge, Minggu (11/2/2018).

Ditambah, 15% dari para pengembang tersebut mengaku mereka sudah memiliki rencana untuk merilis game selanjutnya di Nintendo Switch. Angka tersebut merupakan peningkatan cukup signifikan, mengingat pada 2017 lalu Switch hanya mendapat 5% dalam hal ini.

Meskipun begitu, hal tersebut masih belum mampu mengangkat posisi Switch jika melihat hasil survei secara keseluruhan. Jika melihat ketertarikan para pengembang, Personal Computer (PC) dan PlayStation 4 (PS4) masih jadi primadona, dengan masing-masing mendapatkan 59% dan 39% suara.

Kemudian, untuk proyek terkini para pengembang game tersebut, Switch masih tertinggal jauh dengan platform lain, dengan PC kembali berhasil memuncaki daftar dengan perolehan 60% suara, disusul smartphone dan tablet (36%), PS4 (30%), serta Xbox One (26%).

Sedangkan untuk platform yang akan dituju para pengembang berikutnya, PS4 dan Xbox One memimpin dengan masing-masing mendapatkan 32% dan 29% suara.

Dengan Nintendo yang semakin bertumbuh lewat konsol Switch mereka, nasib sial justru harus diterima oleh industri virtual reality (VR) dan augmented reality (AR).

Saat ditanya apakah VR/AR akan menjadi bisnis yang berkelanjutan dalam waktu yang lama, 29% responden justru berkata tidak, meningkat dari tahun lalu yang hanya 25%.

Sementara itu, cara para pengembang untuk menghasilkan uang melalui game mereka pun cukup beragam. 49% dari responden mengaku mereka fokus dalam mengerjakan game berbayar, yang mengharuskan user untuk membayar sebelum dapat mengunduh game tersebut.

Lalu, 39% responden mengatakan mereka lebih mengincar mode free-to-play terhadap game-game yang mereka ciptakan. Sedangkan 20% dan 11% suara masing-masing mengarah pada pengembang yang mengisi game mereka dengan update DLC berbayar dan loot box. (fyk/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed